FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan International Postgraduate Symposium (IPGS) 2025 pada Sabtu-Minggu, 18-19 Oktober 2025. Acara diselenggarakan di Auditorium Tahir Utara lantai 8 dan Auditorium Bambang Soetarso FK-KMK UGM. Tahun ini, IPGS 2025 mengangkat tema “Innovative Pathways for Healthcare Improvement: Leveraging Artificial Intelligence Across Domains”, untuk memberikan forum diskusi bagi mahasiswa pascasarjana terkait strategi inovatif pengintegrasian Artificial Intelligence (AI) di seluruh domain kesehatan.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia IPGS 2025, Bayu Satria Wiratama, MPH, Ph.D, melaporkan bahwa terdapat narasumber dari UGM maupun luar UGM yang memberikan wawasan baru dalam simposium. Sementara itu, hari kedua IPGS diramaikan oleh berbagai kompetisi, yang diikuti oleh 26 partisipan kompetisi debat, 31 partisipan kompetisi poster, dan 14 partisipan research pitch contest.
“Harapan kami, dari simposium ini, kita dapat belajar banyak hal, terutama terkait AI, karena AI di masa kini telah menyentuh segala lini, termasuk bidang kesehatan,” ujar Bayu.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D, juga menyebutkan tahun ini sebagai penanda semakin majunya AI. Hal itu terbukti dari UGM yang telah menggunakan beberapa platform AI dan menyelenggarakan workshop tentang AI untuk para sivitas akademika.
“Di IPGS ini, kami juga mengundang mahasiswa sarjana karena kami berharap agar mahasiswa sarjana dapat mengetahui bagaimana menggunakan tidak hanya AI, tapi juga teknologi lainnya, atau bahkan banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengembangkan atau menjadi kolaborator AI nantinya,” harap dr. Hamim.
Pada hari pertama, acara menampilkan sesi keynote speech dan simposium. Keynote speech menghadirkan pembicara antara lain Dr. Anto Satriyo Nugroho, B.Eng., M.Eng dari BRIN dan Prof. Yu-Chuan Jack Li dari Taipei Medical University. Para pembicara membahas tentang peluang, tantangan, dan batasan penelitian terkait pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pelayanan kesehatan. Sementara itu, sesi simposium menghadirkan dr. Ahmad Watsiq Maula, MPH; dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc, Ph.D, Sp.A., Subsp. Neuro; dan Annisa Ristya Rahmanti, S.Gz, Dietisien, MS., Ph.D yang membahas peran AI untuk diagnosis dini dan prediksi risiko.
Hari kedua IPGS 2025 disemarakkan oleh kompetisi debat, kompetisi poster, dan research pitch contest. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang ketiga kompetisi. Para pemenang kompetisi debat antara lain Group 7 sebagai Juara I, Group 8 sebagai Juara II, Group 1 sebagai Juara III. Kategori Best Speaker diraih oleh Brian Arianto Tanuwidjaja, dan Favorite Debate Team dimenangkan oleh Group 6.
Sementara itu, para pemenang kompetisi poster antara lain Widya Khairunisa Sarkowi sebagai Juara I, Dinar Hanifah sebagai Juara II, A Faiz Huwaidi sebagai Juara III, dan Dodi Saputra Hutagalung sebagai Favorite Winner. Pada research pitch contest, kejuaraan diraih oleh Eta Auria Latiefa sebagai Juara I, Erin Tasya Sinaga sebagai Juara II, Wega Wisesa Setiabudi sebagai Juara III, dan Intan Mupangat Sebagai Favorite Presenter.
IPGS 2025 merupakan kegiatan tahunan FK-KMK UGM yang turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera; SDG 4: Pendidikan Berkualitas; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kegiatan tersebut mendorong inovasi teknologi, kemitraan global, dan akses pendidikan terkait AI yang dapat mendukung peningkatan layanan kesehatan di masa depan. (Penulis: Citra/Humas).




