FK-KMK UGM. Residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-KMK UGM, dr. Ezra Senna Pradesya, berhasil menyabet predikat Juara 1 dalam kategori E-Poster Case Report pada ajang kompetisi ilmiah kedokteran nasional, 1st Management of Emergencies and Disaster in Anesthesiology (Mendoan) 2025. Prestasi ini diraih pada 7 Desember 2025 di Banyumas, Jawa Tengah.
Kemenangan dr. Ezra diraih melalui laporan kasus mendalam yang berjudul “Calming the Storm: Peran Neuromodulasi Stellate Ganglion Block pada Ventricular Tachycardia Storm Refrakter”. Penelitian disusun di bawah bimbingan tim ahli multidisiplin, yakni Dr. dr. Mahmud, M.Sc, Sp.An-TI, Subsp.M.N(K), FIPM; Dr. dr. Juni Kurniawaty, M.Sc, Sp.An-TI, Subsp. AKV(K); dan dr. Erika Maharani, Sp.JP(K).
Kasus yang diangkat oleh dr. Ezra berfokus pada seorang pasien laki-laki berusia 53 tahun yang mengalami Ventricular Tachycardia (VT) Storm. Kondisi ini merupakan keadaan darurat kardiologi, saat jantung mengalami aritmia berulang yang sangat cepat, hingga memicu kejutan listrik bertubi-tubi dari alat Implantable Cardioverter-Defibrillator (ICD) yang terpasang pada pasien.
“Kondisi VT Storm yang refrakter terhadap obat-obatan standar memiliki angka morbiditas yang sangat tinggi. Di sinilah peran anestesiologi melalui teknik intervensi regional masuk sebagai rescue therapy,” ujar dr. Ezra dalam presentasinya.
Inti dari keberhasilan laporan kasus ini adalah penerapan Stellate Ganglion Block (SGB) dengan teknik ablasi Radiofrekuensi (RF). Prosedur tersebut dilakukan di RSUP Dr. Sardjito dengan standar keamanan tinggi, melibatkan penggunaan magnet ICD dan mesin reprogramming yang siaga guna mencegah komplikasi selama tindakan.
Menggunakan bantuan fluoroskopi untuk akurasi target, tim anestesi menyuntikkan ropivacaine 0.25% diikuti dengan ablasi RF pada suhu 80 derajat Celcius selama 1,5 menit. Hasilnya sangat signifikan: serangan VT yang awalnya terjadi terus-menerus, berangsur menurun frekuensinya hingga berhenti total dalam waktu 72 jam pasca-tindakan. Pasien akhirnya dinyatakan stabil dan dapat dipulangkan.
Dewan juri memberikan apresiasi tinggi karena laporan kasus ini tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis anestesiologi dalam melakukan blok saraf yang kompleks, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi interdisipliner yang apik antara Departemen Anestesiologi dan Terapi Intenstif bersama Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular.
Keberhasilan dr. Ezra membuktikan bahwa intervensi neuromodulasi seperti GSB bukan sekadar untuk manajemen nyeri, melainkan modalitas kunci dalam menyelamatkan nyawa pada kasus kardiologi kritis. Pencapaian Juara 1 ini diharapkan dapat memotivasi para residen PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif lainnya untuk terus mengeksplorasi peran intervensi regional dalam berbagai aspek klinis kedokteran yang lebih luas.
Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito sebagai pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan yang mengedepankan inovasi berbasis bukti (evidence-based medicine) demi keselamatan pasien. Selain itu, prestasi dr. Ezra juga menegaskan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera; SDG 4: Pendidikan Berkualitas; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan berupa inovasi dan peningkatan keterampilan teknis anestesiologi melalui kolaborasi. (Kontributor: dr. Ezra Senna Pradesya, Editor: Citra/Humas)




