FK-KMK UGM. Health Promoting University FK-KMK UGM menyelenggarakan Webinar dengan tajuk “Dari Lapangan ke Masa Depan: Penjaskes Asik untuk Gen Z dan Gen Alpha”, pada Rabu (7/1). Webinar ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada perspektif kesehatan dan ilmu keolahragaan kepada guru olahraga SMP dan SMA. Webinar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., AIFO-K dan Dr. Saryono, S.Pd. Jas., M.O. Webinar ini dihadiri sebanyak 35 guru dari berbagai sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta
Pemaparan materi pertama oleh Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., AIFO-K. Beliau memaparkan tentang“Peran Penjaskes dalam Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Prof. Denny memberikan pengantar bahwasanya, gen Z dan gen Alpha saat ini telah memasuki usia remaja sehingga perlu mendapatkan edukasi kesehatan sebagai pondasi kesejahteraan, produktivitas, dan kemandirian di masa depan. Selain itu, Prof Denny menekankan bahwa otak remaja mengalami proses pematangan yang belum sempurna, sehingga dibutuhkan perhatian khusus salah satunya dengan pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes).
“Gen Z dan gen Alpha merupakan generasi yang unik dalam perkembangan otak dan fisik. Hal ini perlu diperhatikan sebaik mungkin dengan mengenalkan pendidikan jasmani dan kesehatan sebagai sarana untuk mendorong aktivitas fisik sepanjang usia,” kata Prof. Denny.
Kemudian, Prof Denny juga menegaskan bahwa, gen Z dan gen Alpha merupakan generasi yang hidup di era digital, mahir teknologi, berpikiran maju, dan multitasking. Hal ini justru berpotensi meningkatkan dampak perilaku sedentary, meskipun kesadaran tinggi akan aktivitas fisik bagi kesehatan. Prof. Denny turut mengungkapkan fakta bahwa, gen Z dan gen Alpha menjadi generasi yang lebih menyukai aktivitas fisik pada alat berteknologi daripada langsung.
“Jika perkembangan dari gen Z dan gen Alpha ini tidak diperhatikan maka akan timbul kebiasaan sedentary. Adapun jika sedentary ini dibiarkan maka akan menyebabkan penyakit fisik jangka pendek dan jangka panjang termasuk penuaan dini,” kata Prof. Denny.
Selanjutnya, pemaparan materi kedua disampaikan oleh Dr. Saryono, S.Pd. Jas., M.O, dengan materi “Penjaskes yang Menarik dan Aplikatif Bagi Generasi Z dan Alpha”. Saryono menyampaikan bahwa, gen Z dan gen Alpha memiliki postur tubuh yang cenderung bungkuk, motorik halus cukup baik, dan motorik kasar cukup tetapi perlu stimulasi. Saryono menegaskan kondisi ini terjadi karena adanya kebiasaan screen time yang tinggi dan tingkat kebugaran yang rendah jika tidak distimulasi.
“Gen Z dan gen Alpha perlu dibekali muatan penjaskes yang berorientasi pada digital learning, sensori visual dan audio, koordinasi motorik, kebugaran fisik, dan ekspresi fisik. Semua muatan ini penting untuk dikenalkan di SMP dan SMA guna memberikan stimulus secara berkelanjutan,” kata Saryono.
Lebih lanjut, Saryono menegaskan bahwa untuk dapat menarik minat aktivitas fisik pada gen Z dan gen Alpha dibutuhkan adanya pengembangan karakter. Di antaranya, digital native, visual learner, aktif dan eksperiensial, fun dan meaning full, kolaboratif, kontekstual, serta, peduli emosi. Saryono menjelaskan bahwa, keseluruhan karakter ini perlu dipahami oleh guru olahraga khususnya untuk memberikan feedback cepat dalam bentuk apresiasi dan motivasi.
“Seorang guru olahraga sudah seharusnya memberikan edukasi penjaskes pada adaptasi baru yang dimulai dari physical competence, cognitive understanding, dan affective domain. Ketiga ini merupakan kesatuan kurikulum yang menjadi cara adaptasi baru dalam mengaplikasikan materi Penjaskes,” kata Saryono.
Webinar ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera yang memuat pentingnya edukasi kesehatan pada tumbuh kembang remaja gen Z dan gen Alpha. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan pentingnya mengenal ciri fisik dan karakter dari gen Z dan gen Alpha untuk mendorong stimulus aktivitas fisik secara berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan adanya kolaborasi antar institusi dalam memberikan edukasi. (Reporter/Tedy).



