FK-KMK UGM Tutup Resmi Studi EPICOST Dengue di RSUD Awet Muda Narmada

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak FK-KMK UGM melaksanakan Site Close Out Visit Studi EPICOST Dengue untuk site Lombok dan Mataram sebagai penanda berakhirnya rangkaian penelitian tahun kedua Epidemiology and Costing of Dengue Fever in Children in Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan di RSUD Awet Muda Narmada pada 31 Januari 2026 dengan tujuan melakukan penutupan resmi penelitian, serah terima hasil analisis data, serta memperkuat sinergi kolaborasi antara institusi akademik, fasilitas layanan kesehatan, dan pemerintah daerah. Site Close Out Visit merupakan tahapan akhir setelah seluruh proses penelitian, mulai dari audiensi, pelatihan Good Clinical Practice, Site Initiation Visit, rekrutmen subjek, Site Document Verification, Site Monitoring Visit, hingga analisis dan pembersihan data, dinyatakan selesai sesuai standar penelitian klinis.

Demam dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia sebagai negara tropis. Penularan oleh nyamuk Aedes aegypti menyebabkan lonjakan kasus terutama pada musim hujan, dengan puncak kejadian pada awal dan akhir tahun. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2023 tercatat 114.720 kasus dengan 894 kematian. Pada periode Januari hingga September 2024, jumlah kasus bahkan telah melampaui total tahun sebelumnya dengan 119.709 kasus dan 777 kematian. Situasi ini menegaskan pentingnya penguatan strategi pengendalian dengue berbasis kajian epidemiologi dan analisis pembiayaan kesehatan.

Penelitian EPICOST Dengue bertujuan memperkirakan beban penyakit serta biaya langsung akibat demam dengue pada anak di Indonesia. Hasil studi diharapkan menjadi landasan ilmiah dalam mendukung pengenalan program vaksinasi dengue nasional sesuai rekomendasi WHO serta analisis efektivitas biaya pengobatan dengan atau tanpa vaksinasi. Dalam kegiatan ini hadir Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. selaku Study Coordinator, Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A(K) sebagai Principal Investigator, serta Dr. A. W. Erlin Mulyadi, S.Sos., MPA sebagai Co-Principal Investigator. Kegiatan juga dihadiri manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Awet Muda Narmada, perwakilan Prodia Mataram, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat.

Secara administratif dan ilmiah, Site Close Out Visit memastikan penelitian ditutup secara sah, tertib, dan akuntabel. Transparansi penyampaian hasil analisis kepada pihak rumah sakit membuka peluang pemanfaatan data untuk peningkatan mutu layanan kesehatan anak. Selain itu, pelaksanaan pelatihan Good Clinical Practice selama penelitian turut meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menjalankan penelitian sesuai standar etik dan regulasi.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat dengue pada anak serta penguatan sistem kesehatan berbasis data, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan penelitian klinis yang sesuai standar internasional, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan tata kelola data, analisis pembiayaan kesehatan, dan inovasi kebijakan berbasis riset dalam sistem kesehatan nasional. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda, apt. Gergorius Gena Maran, M.S.).