FK-KMK UGM Tutup Resmi Studi EPICOST Dengue di Lombok dan Mataram melalui Site Close Out Visit

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak FK-KMK UGM menyelenggarakan Site Close Out Visit Studi EPICOST Dengue untuk site Lombok dan Mataram sebagai tahapan akhir penelitian Epidemiology and Costing of Dengue Fever in Children in Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di RSIA Permata Hati pada 30 Januari 2026 sebagai bentuk penutupan resmi studi tahun kedua sekaligus serah terima hasil penelitian kepada pihak site. Site Close Out Visit dilakukan setelah seluruh rangkaian penelitian, mulai dari audiensi, pelatihan Good Clinical Practice, Site Initiation Visit, rekrutmen subjek, Site Document Verification, Site Monitoring Visit, hingga analisis data, dinyatakan selesai sesuai standar operasional penelitian klinis.

Demam dengue masih menjadi salah satu penyakit endemik utama di Indonesia dengan tren peningkatan kasus dalam satu dekade terakhir, terutama pada musim penghujan. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat 114.720 kasus dengan 894 kematian sepanjang tahun 2023. Pada periode Januari hingga September 2024, jumlah kasus bahkan telah melampaui total tahun sebelumnya dengan 119.709 kasus dan 777 kematian. Kondisi tersebut menegaskan urgensi penguatan strategi pencegahan dan pengendalian dengue berbasis data epidemiologi dan analisis pembiayaan kesehatan.

Penelitian EPICOST Dengue bertujuan memperkirakan beban penyakit serta biaya langsung akibat demam dengue pada anak di Indonesia. Luaran studi ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam mendukung pengenalan program vaksinasi dengue nasional serta analisis efektivitas biaya pengobatan dengan atau tanpa vaksinasi. Dalam kegiatan ini, tim UGM yang hadir antara lain Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. selaku Study Coordinator, Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A(K) sebagai Principal Investigator, serta Dr. A. W. Erlin Mulyadi, S.Sos., MPA sebagai Co-Principal Investigator. Kegiatan turut dihadiri jajaran manajemen dan tenaga medis RSIA Permata Hati, perwakilan laboratorium Prodia, serta Dinas Kesehatan Kota Mataram sebagai mitra pemangku kepentingan.

Site Close Out Visit memiliki urgensi administratif dan ilmiah untuk memastikan penelitian ditutup secara sah, tertib, dan akuntabel. Penyampaian laporan hasil analisis data kepada pihak rumah sakit mencerminkan transparansi serta komitmen terhadap pemanfaatan hasil riset bagi peningkatan mutu layanan kesehatan. Selain itu, rangkaian penelitian yang mencakup pelatihan Good Clinical Practice turut meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelaksanaan penelitian klinis yang sesuai standar etik dan regulasi.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan pengendalian penyakit menular dan penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat dengue pada anak, SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dari peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan penelitian klinis yang sesuai standar internasional, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur terimplementasi melalui penguatan sistem pencatatan, analisis pembiayaan kesehatan, dan tata kelola data riset, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda, apt. Gergorius Gena Maran).