FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi turut menyemarakkan Pekan Raya Medika 2026 dengan menyelenggarakan mini talkshow bertema “Pencegahan Kanker Serviks” untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi perempuan, faktor risiko kanker serviks, serta pentingnya pencegahan dan deteksi dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, dengan melibatkan civitas akademika FK-KMK UGM sebagai peserta edukasi kesehatan.
Mini talkshow tersebut menghadirkan dr. Muh. Ary Zucha, Ph.D., Sp.OG.Subsp.F.E.R. sebagai pembicara dan dr. Brenda Geraldin Saragi sebagai moderator. Melalui diskusi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih jauh kanker serviks, termasuk pentingnya memahami faktor risiko dan menerapkan langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan yang memerlukan perhatian serius. Meski demikian, risiko penyakit ini dapat dikurangi melalui upaya pencegahan, edukasi kesehatan, dan deteksi dini. Pemahaman yang tepat menjadi bekal penting agar masyarakat dapat mengenali kebutuhan pemeriksaan serta mengambil langkah yang sesuai untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Melalui penyampaian materi dalam mini talkshow, peserta diajak memahami bahwa pencegahan kanker serviks tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai penyakit, tetapi juga dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Informasi yang mudah dipahami diharapkan membantu peserta mengenali pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan serta mengikuti rekomendasi pemeriksaan dan pencegahan yang sesuai.
Penyelenggaraan mini talkshow ini sekaligus mencerminkan peran Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM dalam memperluas edukasi kesehatan di lingkungan akademik. Peran institusi pendidikan kedokteran tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran dan pelayanan, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif melalui penyebaran informasi kesehatan yang relevan bagi masyarakat.
Dengan meningkatnya literasi kesehatan, civitas akademika diharapkan semakin memahami pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks. Pengetahuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan menjaga kesehatan reproduksi, melakukan pemeriksaan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, serta turut menyebarkan informasi yang tepat kepada lingkungan sekitar.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker serviks. Kegiatan ini juga mendukung SDG 5 Kesetaraan Gender melalui penguatan literasi kesehatan reproduksi dan perhatian terhadap kesehatan perempuan. (Kontributor: Munjayati).




