FK-KMK UGM Tingkatkan Keterampilan Klinis Residen lewat Skills Camp Penanganan Trauma Jalan Lahir

FK-KMK UGM. Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada FK-KMK UGM menyelenggarakan pelatihan penjahitan robekan perineum bagi residen pada Kamis, 29 Januari 2026, di Gedung Tahir FK-KMK UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari skills camp rutin awal Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang ditujukan untuk memperkuat keterampilan klinis residen semester IV dalam menangani komplikasi obstetri, khususnya trauma jalan lahir yang kerap terjadi saat proses persalinan. Pelatihan ini dirancang untuk memastikan residen memiliki ketelitian teknis, ketepatan klinis, serta kesiapan menghadapi situasi emergensi di ruang bersalin.

Kegiatan tersebut diketuai oleh dr. Anis Widyasari, Sp.O.G., Subsp.Urogin. RE, di bawah koordinasi Dr. dr. Moh. Nailul Fahmi, Sp.O.G., Subsp.Onk., selaku Ketua Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM. Dalam pelaksanaannya, peserta menggunakan preparat basah berupa jaringan perineum sapi yang memiliki kemiripan anatomi dan tekstur dengan jaringan perineum manusia. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan pengalaman praktik yang realistis sehingga residen dapat mengasah keterampilan motorik halus sekaligus memahami karakteristik jaringan secara langsung.

Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan ketelitian teknis, tetapi juga melatih kecepatan dan ketepatan dalam penanganan robekan perineum yang sering terjadi dalam proses persalinan, ujar dr. Anis Widyasari. Ia menegaskan bahwa kompetensi tersebut sangat krusial dalam menjamin keselamatan ibu serta mencegah komplikasi jangka panjang seperti infeksi, perdarahan, maupun gangguan fungsi dasar panggul.

Materi yang diberikan mencakup penanganan robekan perineum mulai dari derajat ringan hingga kompleks, penguatan prinsip asepsis, pemilihan teknik jahitan yang sesuai, hingga manajemen nyeri pascapersalinan. Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menumbuhkan kepemimpinan klinis, kemampuan pengambilan keputusan cepat, serta kolaborasi tim multidisiplin yang menjadi fondasi praktik obstetri modern.

Kegiatan ini selaras dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu untuk menekan risiko morbiditas dan mortalitas maternal. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dalam penguatan kompetensi residen melalui pembelajaran berbasis praktik dan simulasi yang terstandar. SDG 5: Kesetaraan Gender diimplementasikan melalui upaya pemenuhan hak kesehatan perempuan, khususnya dalam mendapatkan pelayanan persalinan yang aman dan bermutu. (Kontributor: Munjayati).