FK-KMK UGM. Program Community and Family Health Care with Interprofessional Education (CFHC-IPE), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Praktik Basic Life Support (BLS) bagi mahasiswa tahun kedua sebagai bagian dari penguatan kompetensi Family Health and Emergency. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar penanganan kegawatdaruratan yang dapat diterapkan baik di lingkungan klinis maupun dalam konteks keluarga dan komunitas. Pelaksanaan praktik berlangsung pada 4 dan 11 April 2026 di Selasar Gedung Tahir FK-KMK UGM, dengan melibatkan mahasiswa dari Program Studi Kedokteran, Ilmu Keperawatan, dan Gizi sebagai peserta dalam pembelajaran interprofesional yang terintegrasi.
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk implementasi pendidikan interprofesional yang mendorong kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi situasi darurat. Selama praktik berlangsung, mahasiswa mengikuti pembelajaran berbasis keterampilan yang dibagi ke dalam lima pos utama. Setiap pos memberikan pengalaman langsung dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan, mulai dari identifikasi dan penanganan luka, pelaksanaan resusitasi jantung paru, penanganan tersedak, penanganan cedera seperti patah tulang dan luka terbuka, hingga teknik transportasi dan mobilisasi korban.
Pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan komunikasi kesehatan. Materi disusun agar mudah dipahami oleh masyarakat awam, sehingga mahasiswa mampu mentransformasikan pengetahuan yang dimiliki menjadi edukasi yang aplikatif bagi keluarga mitra di wilayah binaan CFHC-IPE. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang responsif terhadap kondisi darurat di tingkat rumah tangga.
Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh instruktur dari Pusat Bantuan Kesehatan (Pusbankes) serta dosen dari Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi FK-KMK UGM. Pendampingan intensif dari para instruktur memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pengalaman belajar yang optimal dan sesuai dengan standar praktik kegawatdaruratan yang berlaku. Sinergi antara tenaga pendidik dan praktisi ini menjadi kunci keberhasilan dalam membangun kompetensi mahasiswa secara komprehensif.
Melalui kegiatan ini, CFHC-IPE FK-KMK UGM tidak hanya berupaya meningkatkan keterampilan individu mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran pendidikan kesehatan berbasis komunitas. Pembelajaran yang terintegrasi dengan konteks keluarga dan masyarakat memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami dinamika kesehatan di lapangan serta pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.
Kegiatan ini turut berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas mahasiswa dalam penanganan kegawatdaruratan yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran interprofesional yang aplikatif, inovatif, dan berbasis praktik nyata. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara program studi, dosen, serta instruktur praktisi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sinergis dan berkelanjutan. (Kontributor: Sarah).




