FK-KMK UGM Terima Kunjungan Edukatif SMA Olifant di Museum Anatomi

FK-KMK UGM. Museum Anatomi FK-KMK UGM menerima kunjungan dari SMA Olifant Yogyakarta sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk memperdalam pemahaman struktur anatomi tubuh manusia melalui koleksi preparat edukatif. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, di Museum Anatomi FK-KMK UGM dan diikuti oleh siswa serta guru.

Para siswa melakukan observasi terhadap berbagai koleksi preparat anatomi yang terdisplai di museum. Mereka mempelajari struktur organ dan sistem tubuh manusia secara detail dengan memperhatikan aspek morfologi serta keterkaitan fungsional antarbagian. Setelah sesi pengamatan, siswa melanjutkan dengan aktivitas membuat gambar atau sketsa anatomi sebagai bentuk visualisasi ilmiah dari objek yang diamati. Kegiatan ini dirancang untuk melatih ketelitian, meningkatkan kemampuan observasi, serta memperkuat pemahaman konseptual melalui representasi visual yang sistematis.

Pendampingan dilakukan oleh dosen Departemen Anatomi, Wiwit Ananda Wahyu Setyaningsih, S.Keb., M.Sc. dan dr. Eryna Ayu Nugra Desita, M.Biomed., yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai struktur anatomi serta memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai kaidah ilmiah dan etika pendidikan anatomi. Penjelasan yang diberikan mencakup prinsip dasar anatomi, relevansi klinis, serta pentingnya pemahaman struktur tubuh dalam dunia kedokteran dan kesehatan.

Museum Anatomi FK-KMK UGM secara konsisten berperan sebagai sarana diseminasi ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat melalui program edukatif yang terbuka bagi pelajar dan publik. Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat literasi sains siswa sejak dini sekaligus menumbuhkan minat terhadap bidang kesehatan dan ilmu kedokteran sebagai pilihan studi dan karier di masa depan.

Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran bermutu, kontekstual, dan berbasis pengalaman langsung, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan literasi kesehatan serta pemahaman anatomi sebagai dasar ilmu kedokteran, SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan menengah dalam memperluas akses edukasi sains yang berkelanjutan. (Kontributor: Yusuf Choirul).