FK-KMK UGM Terima Courtesy Visit terkait Telemedicine Oftalmologi

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan menerima courtesy visit dari Prof. Dr. Jens Geißler, Professor of Health and Social Management dari FOM University of Applied Sciences for Economics & Management, Jerman, dan Para Segaram selaku Founder/CEO & Chair of Board of TeleMedC. Kunjungan berlangsung pada Kamis (12/2/2026) di Ruang Eksekutif, Lantai 2 Gedung Pusat FK-KMK UGM. Kegiatan diselenggarakan untuk membahas rencana pengembangan kerja sama riset dan akademik terkait sistem kesehatan dan integrasi telemedicine dalam bidang oftalmologi.

Sejumlah pimpinan FK-KMK UGM hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D; Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM, Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad.(K).; Ketua Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D beserta para perwakilan departemen; Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, M.Epi., Sp.M., Ph.D hingga dr. Vina Yanti Susanti, Sp.PD-KEMD, M.Sc., PhD dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam.

Baik Prof. Yodi maupun Prof. Lina menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk kolaborasi riset lintas negara dan lintas sektor, khususnya dalam pengembangan inovasi telemedicine di bidang oftalmologi yang terintegrasi dengan sistem kesehatan nasional. Melalui inisiatif ini, FK-KMK UGM menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring internasional serta mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Courtesy visit merupakan salah satu upaya FK-KMK UGM dalam mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera; SDG 4: Pendidikan Berkualitas; SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan; dan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi di bidang oftalmologi menjadi wujud kemitraan global yang mendorong inovasi telemedicine dan keterjangkauan akses terhadap pendidikan kesehatan mata, sehingga dapat meningkatkan keadilan kesehatan di Indonesia. (Penulis: Citra/Humas).