FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menerima audiensi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Jumat (26/9/2025). Kegiatan dilaksanakan di Gedung KPTU FK-KMK UGM. Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka pengenalan repositori ilmiah untuk data-data molekular sekaligus mendiskusikan kerja sama untuk kegiatan penelitian.
Menyambut BRIN, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D, mengatakan bahwa perkembangan teknologi di masa kini sudah begitu pesat, termasuk di bidang kedokteran. dr. Hamim menyebut, FK-KMK UGM merupakan salah satu fakultas yang sangat mendukung perkembangan di bidang riset, khususnya biomedis hingga genomic pada penyakit kanker maupun penyakit tropis.
“Pertemuan hari ini merupakan salah satu milestone yang sangat penting, yang nantinya akan diikuti dengan berbagai kegiatan yang sifatnya lebih ke arah riset secara teknis yang bisa kita lakukan,” kata dr. Hamim.
Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN, Budi Prawara, dalam pemaparannya menjelaskan, ada beberapa topik besar yang menjadi fokus riset OREI di bidang kesehatan, antara lain sistem deteksi, alat kesehatan, assistive device, komputasi dan bioinformatika, dan digital health menggunakan big data, machine learning, serta telementoring.
“Salah satu fokus kami lima tahun ke depan adalah program di bidang big data. Di bawah program big data ini, kita bisa memanfaatkan data-data genetik bioinformatika,” ungkap Budi.
Tak hanya itu, Budi juga menyebutkan beberapa rencana riset di bidang kesehatan lainnya, seperti smart mechatronics terkait dengan assistive device dan alat kesehatan; micro/nano electronics dengan mengembangkan biosensor untuk penyakit tropis seperti Demam Berdarah, malaria, dan TBC; serta advanced telecommunication seperti telemedicine untuk membantu fasilitas kesehatan di daerah yang memiliki keterbatasan dokter spesialis.
Oleh karena itu, saat ini, BRIN membangun repositori yang menggunakan standar uji internasional. Repositori tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya gene bank dengan data-data genetic yang sudah ada.
“Tentunya apa yang kita jalankan ini berbasis dari beberapa isu kesehatan yang saat ini juga menjadi prioritas pemerintah untuk bisa memberikan solusi dan mempercepat penanggulangannya, seperti penyakit TBC,” papar Budi.
Kegiatan audiensi antara FK-KMK UGM dan BRIN turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Diskusi tersebut mendukung inovasi teknologi dan kemitraan global di bidang kedokteran, utamanya terkait data-data molekular di masa mendatang. (Penulis: Citra/Humas).




