FK-KMK UGM Teliti Potensi Daun Sidaguri sebagai Pelindung Jantung dari Efek Diet Tinggi Lemak dan Gula

FK-KMK UGM. Tim peneliti Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan mitra melakukan penelitian mengenai potensi ekstrak daun Sida rhombifolia L. atau sidaguri dalam melindungi jantung dari kerusakan akibat pola makan tinggi lemak dan gula. Penelitian yang dipublikasikan pada Iraqi Journal of Science, berjudul “The Effect of Sida rhombifolia L. Leaf Extract on Cardiac Injury Induced by High-Fat High-Sucrose Diet and Carbon Tetrachloride (CCl4) in Male Rats” (Volume 66, 2025), dipublikasikan pada tahun 2025 dan ditulis oleh Ni Komang Ayu Swanitri Wangiyana, Dr. Widya Wasityastuti, Dr. Justinus Putranto Agung Nugroho, Marwan Rosada, Jajar Setiawan, dan Tutik Sri Wahyuni.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa konsumsi ekstrak daun sidaguri berpotensi mencegah kerusakan jaringan jantung akibat pola makan modern yang kaya lemak dan sukrosa. Temuan ini menjadi bukti ilmiah awal bahwa senyawa aktif pada tanaman herbal yang tumbuh melimpah di Indonesia mampu memberikan efek kardioprotektif alami melalui mekanisme antiinflamasi dan antioksidan.

Penelitian dilakukan menggunakan 40 ekor tikus jantan Sprague-Dawley yang dipapar diet tinggi lemak dan sukrosa serta bahan kimia karbon tetraklorida (CCl₄) selama 12 minggu. Hewan percobaan dibagi menjadi lima kelompok, termasuk kelompok kontrol dan kelompok yang diberi ekstrak sidaguri dengan tiga variasi dosis, yaitu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Evaluasi hasil penelitian dilakukan melalui analisis ekspresi gen IL-6, tingkat peradangan jaringan jantung, serta kadar troponin I plasma.

Hasil menunjukkan bahwa dosis 200 mg/kgBB memberikan perlindungan paling optimal terhadap cedera jantung. Kelompok yang menerima dosis ini memiliki tingkat peradangan dan fibrosis lebih rendah dibanding kontrol positif, serta memperlihatkan struktur histologis jantung yang relatif normal. Sementara itu, kadar troponin I antar kelompok tidak menunjukkan perbedaan signifikan, yang menandakan bahwa kerusakan jantung bersifat ringan dan dapat pulih. Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin dalam daun sidaguri diyakini mampu menghambat aktivasi faktor transkripsi NF-κB yang berperan dalam proses inflamasi pada penyakit jantung.

Lebih lanjut, penelitian ini juga memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan fitoterapi untuk penyakit metabolik, mendorong kolaborasi lintas disiplin antara fisiologi, farmasi, dan biomedis, serta memperkuat pemanfaatan tanaman obat lokal dalam riset kesehatan. Dukungan penelitian ini berasal dari Program Rekognisi Tugas Akhir Universitas Gadjah Mada (Nomor: 3143/UN1.P.III/DIT-LIT/PT/2021 dan 5722/UN1.P.III/Dit-Lit/PT.01.05/2022).

Penelitian ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui inovasi terapi alami untuk penyakit jantung, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui publikasi ilmiah, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan memperkuat riset bioteknologi berbasis sumber daya lokal, SDG 15: Ekosistem Darat melalui konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan tanaman obat Indonesia, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Riset yang dilakukan oleh tim FK-KMK UGM dan kolaborator lintas institusi ini memperlihatkan potensi besar Sida rhombifolia sebagai sumber fitoterapi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Temuan ini memperkuat posisi UGM sebagai pelopor penelitian kesehatan berbasis biodiversitas lokal Indonesia. (Kontributor: Tammim Lana Bil Khoir).