FK-KMK UGM Tegaskan Komitmen Pelayanan Kesehatan Berbasis Komunitas Melalui Seminar Diseminasi COMMUNICATED

FK-KMK UGM. Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi FK-KMK UGM bekerjasama dengan Community Care Breast Cancer Indonesia (COMMUNICATED) menyelenggarakan Seminar Nasional Membangun Komunitas TATAK (Tangguh dan Tanggap Kanker): Diseminasi Riset COMMUNICATED pada Kamis (12/2). Bertempat di Auditorium FK-KMK UGM, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang. Seminar ini bertujuan untuk mendiseminasikan dan memberikan edukasi kepada publik terkait langkah strategis membangun kepedulian komunitas pada penyintas kanker.

Prof. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH selaku Dekan FK-KMK UGM menyampaikan bahwa, perjalanan akademik FK-KMK dalam kurun waktu 80 tahun ini selalu mengedepankan komitmen dalam mencerdaskan dan memajukan kesehatan bangsa. Hal ini telah terwujud dengan adanya riset yang tidak berhenti di kampus tetapi, mulai membumi di masyarakat.  Prof. Yodi menekankan diseminasi riset ini penting untuk menjembatani bukti ilmiah, kebijakan, dan praktik yang kelak akan diciptakan oleh pemerintah guna memperbaiki pelayanan kesehatan.

“Hasil penelitian COMUNICATED ini merupakan bukti nyata komitmen UGM dalam mengakarkan diseminasi riset ke komunitas-komunitas guna menumbuhkan dampak yang semakin luas. Saya harap momentum ini dapat menjadi gerakan yang lebih besar untuk menciptakan kembali komunitas yang tangguh pada sistem kesehatan yang inklusif dan layanan kanker yang bermartabat,” kata Prof. Yodi.

Sambutan kedua disampaikan oleh Dr. Drs. I. M. Sunarsih Sutarmi, Apt., selaku Perwakilan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Daerah Istimewa Yogyakarta. Dr. Sunarsih menyampaikan bahwasanya, pasien kanker memiliki latar belakang perjalanan penyembuhan yang berbeda-beda. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama khususnya dalam memberikan perhatian psikologis dan sosial. Dr. Sunarsih menekankan Yayasan Kanker Indonesia hadir sebagai lembaga yang membantu pemerintah untuk memberikan bantuan pelayanan pendampingan pasien kanker untuk berjuang mencapai kesembuhan.

“Kami di Yayasan Kanker Indonesia telah memiliki banyak relawan terlatih dengan visi PEDULI. Diantaranya perhatian kepada pasien kanker, dukungan pada pasien kanker, dan perlindungan kepada pasien kanker. Visi ini tercipta tulus untuk membersamai dan mendampingi penyintas kanker untuk dapat sembuh dari penyakitnya” kata Dr. Sunasih.

Berlanjut dengan sambutan Dr. (H.C). dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) selaku Walikota Kota Yogyakarta. dr. Hasto menekankan bahwa, penyakit kanker bukan hanya penyakit kronis yang membutuhkan penanganan medis pada pengobatan, tetapi dibutuhkan juga dukungan sosial dan psikologi. Dalam konteks ini, dr. Hasto menyampaikan rasa bangga kepada kader tangguh dan tanggap kander (TATAK) yang telah mendiseminasikan potensi komunitas dalam berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

“Saya atas nama Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader TATAK yang telah berbagi pengetahuan dan dukungan emosional yang cukup berharga bagi penyintas kanker.  Semoga mitra inovasi strategis ini dapat berintegrasi jangka panjang dan berkelanjutan,” kata dr. Hasto

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan pengantar materi oleh Martina Sinta Kristanti, S.Kep., Ns., Ph.D dengan materi “Principal Investigator COMUNICATED”. Lalu acara ini dilanjutkan dengan sesi Talk Show yang menghadirkan narasumber dari berbagai macam latar belakang untuk berbagi perspektif.

Kegiatan ini turut mendukung komitmen pada Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menekankan komitmen pendampingan pengobatan pasien kanker berbasisi komunitas; SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan diseminasi penelitian berbasis berbasis komunitas dan kampanye kepedulian kanker; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh dengan menekankan penguatan kelembagaan komunitas melalui pelatihan kader TATAK untuk mendampingi proses penyembuhan penyintas kanker; SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai tujuan dengan menekankan kolaborasi lintas stakeholder untuk saling berintegrasi guna menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang berkualitas.