FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menambah jumlah dosen bergelar doktor di lingkungan Departemen Anatomi. Pencapaian ini diraih oleh Wiwit Ananda Wahyu Setyaningsih, S.Keb., M.Sc., yang berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Queen’s University Belfast, Inggris. Gelar doktor tersebut resmi diperoleh pada 11 Desember 2025 setelah menyelesaikan penelitian yang berfokus pada kajian regulator epigenetik pada induced pluripotent stem cell–derived endothelial cells (iPS-ECs) yang berasal dari donor diabetes dan dipaparkan patogen.
Penelitian yang dilakukan selama empat tahun masa studi doktoral tersebut memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu biomedis, khususnya pada bidang stem cell dan epigenetika. Dalam kurun waktu tersebut, Wiwit berhasil menghasilkan tujuh publikasi ilmiah yang terbit pada jurnal internasional bereputasi. Salah satu publikasi terbarunya yang terbit pada jurnal dengan impact factor 8,9 mengkaji peran HDAC11 dalam regulasi inflamasi pada sel endotel yang berasal dari donor diabetes yang terpapar patogen. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan riset terkait penyakit metabolik dan vaskular, terutama dalam memahami mekanisme inflamasi pada tingkat seluler.
Capaian akademik tersebut turut memperkuat kapasitas keilmuan dan produktivitas riset di Departemen Anatomi FK-KMK UGM. Bidang penelitian yang berfokus pada stem cell dan epigenetika dinilai memiliki potensi strategis dalam mendukung pengembangan terapi regeneratif serta memperdalam pemahaman mengenai mekanisme biologis penyakit kronis. Dengan meningkatnya jumlah dosen bergelar doktor, departemen diharapkan mampu memperluas ruang kolaborasi riset serta meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis penelitian di lingkungan fakultas.
Selain memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, pencapaian ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Integrasi antara penelitian biomedis dan proses pembelajaran diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai anatomi manusia hingga dinamika regulasi gen pada tingkat molekuler dan seluler. Hal ini sekaligus memperkuat ekosistem akademik yang mendorong inovasi serta pengembangan teknologi laboratorium modern di bidang kedokteran.
Capaian ini juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penelitian yang berkontribusi pada pemahaman mekanisme penyakit tidak menular, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dosen serta penguatan pembelajaran berbasis riset bagi mahasiswa di bidang biomedis, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui meningkatnya kontribusi perempuan dalam bidang sains, penelitian, dan pengembangan ilmu kedokteran, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya dalam memperkuat kerja sama global di bidang riset kesehatan. (Kontributor: Wiwit Ananda Wahyu Setyaningsih).




