FK-KMK UGM Soroti Tantangan Skrining Malaria di Perbatasan Nepal–India melalui Riset Internasional

FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memublikasikan artikel yang mengkaji strategi eliminasi malaria melalui penguatan skrining lintas batas negara. Penelitian ini dilakukan bersama mitra akademik dan institusi kesehatan dari Nepal dan India, dengan fokus pada implementasi skrining malaria di titik masuk perbatasan Nepal–India, wilayah dengan mobilitas migran yang tinggi dan risiko impor kasus malaria yang signifikan. Artikel ilmiah ini berjudul “Exploring barriers and facilitators in implementation fidelity of malaria screening intervention at Nepal-India border point-of-entry health desks-A mixed method study” dan dipublikasikan pada tahun 2025 oleh jurnal PLOS One.

Penelitian tersebut melibatkan Prof. Elsa Herdiana Murhandarwati, peneliti FK-KMK UGM, yang berperan penting dalam perancangan kerangka konseptual dan metodologi penelitian. Dengan menggunakan pendekatan mixed-methods, studi ini tidak hanya menganalisis data kuantitatif terkait jumlah migran yang menjalani skrining serta kasus malaria yang terdeteksi, tetapi juga menggali aspek kualitatif mengenai implementasi kebijakan dan standar operasional prosedur skrining di lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ribuan migran telah menjalani pemeriksaan malaria di pos perbatasan, pelaksanaan skrining belum sepenuhnya berjalan optimal. Berbagai kendala teridentifikasi, mulai dari keterbatasan alat diagnostik, kekurangan tenaga kesehatan terlatih, hingga infrastruktur pos perbatasan yang belum memadai. Tantangan administratif serta tingginya mobilitas migran yang menggunakan jalur tidak resmi juga menyulitkan pengawasan kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, rendahnya pemahaman migran mengenai manfaat skrining dan kekhawatiran kehilangan barang bawaan turut memengaruhi partisipasi mereka dalam pemeriksaan kesehatan.

Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan sejumlah faktor pendukung yang berperan menjaga keberlangsungan skrining malaria. Persepsi risiko malaria di kalangan migran, dedikasi tenaga kesehatan di pos perbatasan, serta adanya pertemuan evaluasi rutin di tingkat lokal menjadi elemen penting yang mendukung implementasi program. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi malaria di wilayah perbatasan membutuhkan keterlibatan lintas sektor, tidak hanya dari sektor kesehatan, tetapi juga aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan non-kesehatan lainnya.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan risiko malaria lintas batas merupakan komponen krusial dalam upaya eliminasi malaria yang berkelanjutan. Kontribusi FK-KMK UGM melalui keterlibatan Prof. Elsa Herdiana Murhandarwati menunjukkan peran strategis institusi dalam menghasilkan bukti ilmiah yang aplikatif bagi penguatan kebijakan kesehatan global.

Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pencegahan penyakit menular, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui adanya riset bersama, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangandengan melindungi kelompok migran yang rentan terhadap risiko kesehatan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional lintas negara dan sektor.  (Kontributor: Kharisma Dewi).