FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyoroti dan mendukung penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Pengembangan Produk yang dilaksanakan oleh PT Bio Farma (Persero) bersama Sinovac Biotech Ltd. sebagai bagian dari penguatan kemitraan global di bidang vaksin. Pertemuan yang berlangsung pada pada Selasa, 3 Februari 2026 di Ruang Rapat Dekom, Bio Farma Pakarti Centre Lantai 7, Jakarta ini membahas percepatan pengembangan sejumlah vaksin prioritas meliputi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), Dengue Vaccine, Respiratory Syncytial Virus (RSV) Vaccine, dan Rotavirus Vaccine.
Agenda pertemuan mencakup pemaparan gambaran umum kerja sama strategis, diskusi progres dan rencana pengembangan masing-masing kandidat vaksin, hingga pembahasan harmonisasi regulasi, desain uji klinis, dan strategi komersialisasi. Forum ini dirancang sebagai ruang koordinasi intensif guna memastikan kesesuaian target pengembangan produk, baik dari aspek ilmiah, regulatori, maupun bisnis, sehingga proses riset hingga hilirisasi dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Direktur Riset dan Pengembangan PT Bio Farma (Persero), Yuliana Indriati, menegaskan bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi riset dan inovasi vaksin. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap vaksin yang aman, bermutu, dan terjangkau, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penyakit infeksi yang menjadi prioritas kesehatan global.
Kehadiran jajaran manajemen dan tim teknis dari kedua perusahaan memperkuat komitmen bersama. Dari Bio Farma hadir unsur Divisi Uji Klinis dan Farmakovigilans, Pengembangan Bisnis, serta Medical Affairs. Sementara dari Sinovac Biotech Ltd. turut hadir Mr. Weining Meng selaku Vice President & Chairman of Quality Committee, Mr. Jack Tang selaku International Business Director, beserta tim manajemen bisnis internasional dan regulatori. Pertemuan ini juga diwarnai sesi penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan.
Rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya kolaborasi internasional berbasis transfer pengetahuan dan harmonisasi regulasi dalam mempercepat pengembangan vaksin. Sinergi industri dan dukungan ekosistem riset diharapkan mampu menghasilkan produk yang berdampak luas bagi kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan vaksin untuk menurunkan beban penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui keterlibatan unsur akademik dan integrasi hasil riset ke dalam pengembangan produk industry, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset, inovasi teknologi, serta peningkatan daya saing industri farmasi nasional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dalam kolaborasi internasional yang memperkuat transfer teknologi dan kapasitas bersama. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).


