FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM mengikuti dialog yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka peluncuran buku Arsitektur Sistem Informasi Pendanaan Kesehatan di Jakarta, Rabu, 30 September 2026. Kegiatan ini membahas penguatan integrasi data pembiayaan kesehatan dan pemanfaatan bukti untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Buku tersebut menjadi bagian dari pengembangan Sistem Informasi Pendanaan Kesehatan (SIPK), platform yang dirancang untuk mengintegrasikan data anggaran dan belanja kesehatan dari berbagai sumber. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi kendala berupa data yang tersebar, perbedaan standar pencatatan, serta proses pelaporan manual. Pengembangannya membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dialog membahas dua topik utama, yaitu National Health Account (NHA) dan Health Technology Assessment (HTA) atau Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK). Pembahasan NHA menyoroti estimasi belanja kesehatan Indonesia pada 2025 yang mencapai Rp664 triliun, meningkat 17,7 persen dibandingkan 2020. Peningkatan belanja untuk penyakit katastropik, termasuk penyakit jantung, turut menunjukkan pentingnya analisis pembiayaan untuk memahami kebutuhan layanan dan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional.
Sementara itu, pembahasan PTK menekankan pentingnya bukti ilmiah mengenai keamanan, efektivitas klinis, dan biaya teknologi kesehatan dalam menentukan kebijakan. Pengembangan pendekatan Adaptive HTA, penetapan harga berbasis nilai, serta pengajuan kajian melalui jalur digital menjadi bagian dari upaya memperkuat penilaian teknologi kesehatan di Indonesia.Integrasi data pembiayaan dan penguatan penilaian teknologi kesehatan menjadi langkah penting untuk membangun sistem pendanaan yang lebih terhubung, transparan, dan berbasis bukti. Keberhasilannya membutuhkan interoperabilitas sistem, tata kelola data yang baik, serta kolaborasi lintas lembaga.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap perencanaan pembiayaan dan kualitas layanan kesehatan. Kegiatan ini mendukung SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan sistem informasi terintegrasi. Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan tata kelola data serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas lembaga. (Kontributor: Shita Dewi).




