FK-KMK UGM. Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit FK-KMK UGM menyelenggarakan workshop intensif bertajuk Metode Penelitian PPDS Gelombang I Tahun 2026 sebagai upaya penguatan kapasitas akademik peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11–13 Februari 2026 di Yogyakarta dan ditujukan untuk membekali mahasiswa PPDS dengan kompetensi metodologi penelitian yang rigor, sistematis, serta berbasis bukti ilmiah. Workshop ini dirancang untuk menjawab tantangan dalam penyusunan tesis dan publikasi ilmiah yang sering kali terkendala oleh pemahaman desain studi dan analisis statistik.
Dalam konteks pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, penelitian medis memegang peranan strategis sebagai fondasi transformasi praktik klinis. Evidence-Based Medicine menuntut tenaga spesialis tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu merancang, menganalisis, dan menginterpretasikan penelitian secara tepat. Menyadari hal tersebut, CE&BU FK-KMK UGM menghadirkan pelatihan komprehensif yang mencakup penyusunan proposal tesis berbasis metodologi yang kuat, teknik analisis data statistik yang akurat dan aplikatif, penyusunan laporan tesis sesuai kaidah akademik, serta strategi penulisan manuskrip ilmiah untuk publikasi di jurnal bereputasi.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pendampingan intensif dari fasilitator berpengalaman di bidang epidemiologi klinis dan biostatistika. Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dengan studi kasus nyata, sehingga peserta dapat langsung mengintegrasikan teori dengan kebutuhan penelitian masing-masing. Diskusi interaktif dan sesi konsultasi individual turut memperkuat pemahaman peserta dalam menyusun kerangka penelitian yang feasible, valid, dan memiliki kontribusi ilmiah yang jelas.
Penyelenggaraan workshop ini juga merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan dokter spesialis secara berkelanjutan. Dengan penguatan literasi data dan kapasitas analitik, lulusan PPDS FK-KMK UGM diharapkan mampu menghasilkan riset klinis yang relevan terhadap kebutuhan nasional sekaligus berdaya saing global. Peran dokter spesialis sebagai clinician-scientist menjadi semakin penting dalam menjembatani praktik klinis dan pengembangan ilmu kedokteran.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera didukung melalui penguatan riset klinis yang menjadi dasar peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan penurunan beban penyakit. SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyediaan pendidikan teknis dan profesional yang mendorong literasi data serta kemampuan analitis tinggi bagi peserta didik. Selain itu, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dari pengembangan riset medis yang mendorong inovasi metodologi dan solusi kesehatan yang adaptif. (Kontributor: Tim CEBU).


