FK-KMK UGM. Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (Sp.KKLP, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Workshop Komunikasi Peka Budaya dan Pelayanan Kesehatan serta Budaya Indonesia sebagai upaya meningkatkan kompetensi residen dalam memberikan layanan kesehatan yang inklusif, empatik, dan sensitif terhadap keberagaman budaya. Kegiatan ini ditujukan bagi residen Sp.KKLP FK-KMK UGM dan dilaksanakan secara bertahap untuk memperkuat kemampuan komunikasi klinis yang berkeadilan. Workshop berlangsung pada 8–19 Desember 2025 dengan rangkaian materi yang dirancang komprehensif dan kontekstual sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan primer di Indonesia.
Pada minggu pertama, workshop difokuskan pada penguatan keterampilan komunikasi klinis dasar hingga lanjutan. Materi yang dibahas meliputi Start the Conversation dan Reason for Visit sebagai fondasi membangun hubungan dokter–pasien, penguatan empati, penerapan Motivational Interviewing, konseling penyakit kronis, hingga praktik Shared Decision Making. Selain itu, residen juga dibekali pemahaman komunikasi dalam konteks budaya Asia Tenggara serta pelayanan pada fase akhir hayat. Diskusi lintas angkatan menjadi ruang berbagi pengalaman yang memperkaya sudut pandang residen dalam menghadapi tantangan komunikasi dengan pasien dari latar belakang sosial dan budaya yang beragam.
Memasuki minggu kedua, fokus workshop diarahkan pada pendalaman relasi antara budaya dan kesehatan. Residen mengikuti kuliah dari pakar antropologi dan etika kedokteran, serta pembahasan mengenai Complementary and Alternative Medicine (CAM), termasuk fitofarmaka dan akupunktur. Materi ini memberikan pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana masyarakat Indonesia memaknai konsep sakit dan sehat, serta bagaimana dokter dapat meresponsnya secara profesional, etis, dan berbasis bukti.
Melalui pendekatan multidisipliner tersebut, workshop ini menjadi sarana strategis bagi residen untuk mengintegrasikan aspek klinis, sosial, dan budaya dalam praktik kedokteran keluarga layanan primer. Program ini sekaligus menegaskan peran Sp.KKLP FK-KMK UGM dalam menyiapkan dokter spesialis yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang adil dan menghormati keberagaman.
Penyelenggaraan Workshop Komunikasi Peka Budaya ini mencerminkan komitmen FK-KMK UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dokter spesialis kedokteran keluarga yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan konteks budaya Indonesia. Kompetensi komunikasi yang sensitif budaya diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan primer serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan.
Kegiatan tersebut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang aman, empatik, dan berpusat pada pasien, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang setara dan tidak diskriminatif bagi seluruh lapisan masyarakat dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam. (Kontributor: Fitria Yumilatifah/Editor: Yogi Fitriadi).




