FK-KMK UGM Selenggarakan Workshop APALS untuk Tingkatkan Kompetensi Anestesiologi

FK-KMK UGM. Departemen Anestesiologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama RSUP Dr. Sardjito menyelenggarakan kegiatan Advanced Perioperative Anesthesia Life Support (APALS) bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) 1. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi klinis peserta dalam menangani kegawatdaruratan perioperatif secara sistematis dan berbasis evidence. Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai institusi, antara lain FK UGM, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jenderal Soedirman. Kegiatan dilaksanakan pada 10–11 April 2026 di Gedung Diklat Lantai 4 RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi PPDS 1 FK-KMK UGM–RSUP Dr. Sardjito, Dr. dr. Juni Kurniawaty, M.Sc., Sp.An-TI, Subsp.An.KV(K), yang menekankan pentingnya penguatan kompetensi klinis dalam menghadapi situasi kritis di ruang perioperatif. Workshop ini dipimpin oleh Course Director dr. Bowo Adiyanto, Sp.An-TI, Subsp.TI(K) yang memastikan seluruh rangkaian pembelajaran berjalan sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan.

Rangkaian kegiatan mencakup sesi lecture yang membahas berbagai kondisi kritis, mulai dari patient safety, manajemen jalan napas, gangguan respirasi dan sirkulasi, hingga komplikasi anestesi. Materi tersebut kemudian diperkuat melalui sesi skill station, di mana peserta berlatih langsung menghadapi berbagai skenario klinis seperti kesulitan jalan napas, desaturasi, gangguan hemodinamik, serta kegagalan ventilasi. Kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi komprehensif untuk mengintegrasikan seluruh algoritma penanganan dalam satu rangkaian praktik terpadu.

Sebagai tindak lanjut, dilaksanakan rapat koordinasi implementasi Panduan Praktik Klinis (PPK) APALS yang melibatkan berbagai rumah sakit di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan penerapan algoritma APALS agar dapat diadopsi sebagai standar operasional prosedur dan panduan praktik klinis di masing-masing rumah sakit.

Lebih lanjut, APALS diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan PPDS Anestesiologi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan demikian, standar penanganan kegawatdaruratan perioperatif dapat diterapkan secara lebih sistematis, terarah, dan konsisten di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kritis demi keselamatan pasien. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam penerapan pembelajaran berbasis kompetensi melalui simulasi klinis yang aplikatif. Selain itu, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mengembangkan serta mengimplementasikan standar pelayanan klinis berbasis bukti. (Kontributor: Gilar P, Irham H, Hendro).