FK-KMK UGM Selenggarakan Pelatihan Analisis Semi-kuantitatif untuk Perkuat Kompetensi Penelitian Histologi

FK-KMK UGM. Departemen Histologi dan Biologi Sel menyelenggarakan Pelatihan Analisis Semi-kuantitatif pada Sediaan Histologi sebagai bagian dari rangkaian Kursus Analisis Kualitatif dan Kuantitatif pada Sediaan Histologi. Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 April 2026 ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta dalam teknik pewarnaan imunohistokimia serta analisis jaringan secara sistematis menggunakan pendekatan semi-kuantitatif terstruktur. Pelatihan dilaksanakan di lingkungan laboratorium Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam perkembangan penelitian biomedis dan patologi modern, analisis semi-kuantitatif memiliki peran penting sebagai pendekatan analisis kualitatif yang lebih sistematis dan terukur. Metode ini digunakan untuk menghasilkan data nominal maupun ordinal melalui sistem skoring tertentu, sehingga dapat membantu peneliti memahami pola, distribusi, dan kecenderungan perubahan pada jaringan biologis. Pendekatan tersebut juga dinilai relevan dalam penelitian eksploratif yang membutuhkan interpretasi lebih terstruktur terhadap hasil pewarnaan histologi dan imunohistokimia.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik laboratorium yang berfokus pada teknik pewarnaan imunohistokimia dan proses analisisnya. Pada sesi praktik, peserta melakukan pewarnaan imunohistokimia menggunakan marker Iba-1 pada berbagai organ. Marker tersebut digunakan untuk mengidentifikasi sel mikroglia dan makrofag jaringan sehingga mampu memberikan gambaran distribusi sel pada kondisi jaringan tertentu. Seluruh proses pewarnaan dilakukan dengan pendampingan teknisi laboratorium guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar prosedur yang berlaku.

Setelah proses pewarnaan selesai, peserta melanjutkan kegiatan dengan melakukan analisis semi-kuantitatif terhadap citra sediaan histologi hasil imunohistokimia. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ImageJ dengan pendekatan berbasis kategori atau sistem skoring. Metode ini membantu peserta menilai pola ekspresi dan distribusi pewarnaan secara lebih objektif dan terukur. Penggunaan teknologi digital dalam analisis histologi dinilai mampu meminimalkan bias subjektif yang kerap muncul dalam pengamatan visual konvensional, sekaligus meningkatkan reprodusibilitas hasil penelitian.

Pelatihan ini diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari berbagai daerah, antara lain Padang, Sukabumi, Semarang, dan Yogyakarta. Keberagaman latar belakang peserta turut memperkaya proses diskusi dan pertukaran pengalaman antar institusi, khususnya dalam pengembangan penelitian histologi dan biomedis. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi peserta dalam menghasilkan penelitian yang lebih akurat, sistematis, dan memiliki validitas ilmiah yang kuat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan riset dasar yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan pelatihan ilmiah berbasis praktik laboratorium. Pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan metode analisis histologi yang lebih modern, objektif, dan terstandar. (Kontributor: Dian Eurike Septyaningtrias).