FK-KMK UGM. Unit Kerja (UK) Endokrinologi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Yogyakarta bekerja sama dengan Changing Diabetes in Children (CDiC) menyelenggarakan kegiatan Edukasi Pra-Puasa bagi Anak dengan Diabetes Mellitus (DM) Tipe 1 pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Auditorium Gedung Tahir Lantai 1 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman dan strategi praktis bagi anak dan remaja dengan DM Tipe 1 serta keluarga mereka, agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, sehat, dan tetap menjaga kualitas hidup.
Kegiatan diikuti oleh sekitar 60 peserta, terdiri dari anak dan remaja dengan DM Tipe 1, orang tua, staf Endokrinologi Anak, serta tim edukator dari CDiC. Selama acara, peserta menerima edukasi terkait penggunaan insulin yang tepat, penyesuaian dosis, serta strategi pencegahan hipoglikemia saat berpuasa. Selain sesi materi, pertemuan ini juga menghadirkan diskusi interaktif antara orang tua dan anak mengenai pengalaman nyata menjalankan puasa dengan kondisi DM Tipe 1, sehingga tercipta pembelajaran praktis yang relevan dengan kebutuhan peserta. Materi disampaikan oleh Prof. dr. Madarina Julia, MPH., PhD., SpA(K) dan dr. Suryono Yudha Patria, PhD., SpA(K), yang membimbing peserta untuk memahami langkah-langkah aman dan terstruktur dalam menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan medis, tetapi juga membangun kepercayaan diri pasien dan keluarga agar tetap dapat menjalankan aktivitas spiritual tanpa mengabaikan aspek kesehatan. Dengan pendekatan yang holistik, pertemuan ini menjadi wadah edukasi sekaligus dukungan psikososial bagi anak dengan DM Tipe 1, memperkuat peran keluarga dalam pemantauan kesehatan harian.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan dan pengelolaan penyakit kronis pada anak, sehingga mereka dapat berpuasa dengan aman dan meminimalkan risiko komplikasi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyampaian informasi yang berbasis kebutuhan pasien dan keluarga, menghadirkan pembelajaran yang relevan dan aplikatif untuk kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana edukasi kesehatan dapat memadukan aspek medis dan sosial untuk mendukung kesejahteraan anak. (Kontributor: Muhammad N. Afif).




