FK-KMK UGM Rilis Episode Keempat “Kelas Kanal” Bahas Obat Anti Inflamasi Non-Steroid

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan program edukasi publik melalui kanal digital dengan meluncurkan episode terbaru serial “Kelas Kanal: Farmakologi Mudah & Praktis”. Pada bulan Juni 2025, episode keempat dari serial ini resmi dirilis melalui platform YouTube, menghadirkan dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM sebagai narasumber utama. Episode ini mengangkat tema “Mengenal Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS)” dan ditujukan untuk meningkatkan literasi farmakologi bagi mahasiswa kesehatan maupun masyarakat luas.

Dalam tayangan berdurasi sekitar 10 menit, dr. Dwi Aris menjelaskan secara ringkas namun komprehensif mengenai mekanisme kerja Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS). Melalui penghambatan enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2), OAINS membantu menurunkan produksi prostaglandin yang berperan dalam timbulnya nyeri, demam, dan peradangan. Narasumber juga menguraikan perbedaan OAINS non-selektif, seperti ibuprofen, naproksen, dan diklofenak, dibandingkan dengan OAINS selektif COX-2 seperti celecoxib dan etoricoxib.

Tak hanya membahas manfaatnya, episode ini turut menyoroti risiko efek samping yang mungkin terjadi, seperti gangguan pada lambung, ginjal, dan sistem kardiovaskular. Penjelasan tersebut diperkaya dengan tips penggunaan obat yang rasional, contoh kasus sederhana, serta panduan praktis yang dapat diaplikasikan dalam praktik sehari-hari. Dengan pendekatan visual yang sederhana dan bahasa yang mudah dipahami, konten ini dirancang agar bisa diakses oleh tenaga kesehatan, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Upaya penyebaran informasi farmakologi yang kredibel dan mudah diakses sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Selain itu, penyediaan konten edukatif melalui media digital mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, terutama dalam memperkuat kapasitas mahasiswa dan tenaga kesehatan di bidang farmakologi.

Sementara itu, media ini sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Serta kolaborasi lintas platform untuk mendiseminasi informasi ini menjadi contoh nyata penerapan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan demikian, serial “Kelas Kanal” tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan literasi kesehatan, tetapi juga memperkuat peran akademisi dalam membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Sudi Indra Jaya).