FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada mencatat prestasi melalui mahasiswanya dalam ajang nasional Indonesian Scientific Cardiorespiratory Competition (ISCC) 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh OXYGEN Universitas Indonesia ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada 2 November 2025 dan diikuti oleh mahasiswa kesehatan dari berbagai institusi di Indonesia.
Pada gelaran ini, tim mahasiswa FK-KMK UGM berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Literature Review, mengungguli 33 tim peserta yang sebelumnya melalui seleksi full paper serta menyisihkan lima tim finalis yang tampil pada sesi presentasi akhir. Tim pemenang beranggotakan Astia Anelia, Qonita Jayati Wijayatno, dan Imtiyaz Hafizah Zahra (FK-KMK UGM angkatan 2021).
Kompetisi ini berfokus pada bidang kardiorespirasi dan menilai kemampuan analisis ilmiah, penyusunan argumen berbasis bukti, serta penyampaian hasil penelitian secara sistematis dan komprehensif. Dalam kompetisi ini, tim FK-KMK UGM membawakan karya ilmiah berjudul “Tinjauan Naratif Peran miRNA sebagai Biomarker Dini terhadap Luaran Klinis Pascaoperasi Penyakit Jantung Bawaan pada Pediatrik yang Menjalani Cardiopulmonary Bypass”.
Fokus penelitian pada mikroRNA (miRNA) dipilih karena masih terdapat tantangan besar dalam pemantauan klinis penyakit jantung bawaan (Congenital Heart Disease) pascaoperasi dengan teknik cardiopulmonary bypass (CPB). Selama ini, identifikasi cedera miokard masih mengandalkan biomarker konvensional seperti troponin dan CK-MB yang dinilai belum cukup sensitif untuk mendeteksi kerusakan subklinis.
Melalui telaah sistematis terhadap lebih dari 2.046 publikasi, tim menemukan bahwa mikroRNA—sebagai biomarker molekuler kecil yang stabil dalam sirkulasi—menunjukkan potensi tinggi dalam identifikasi dini kondisi pasien. Beberapa jenis miRNA seperti miR-1, miR-21, miR-146a/b, miR-208a/b, dan miR-499 menunjukkan korelasi yang kuat dengan derajat cedera jantung, kebutuhan inotropik, lama ventilasi, hingga durasi perawatan di ICU setelah prosedur CPB. Bahkan, beberapa jenis miRNA muncul lebih cepat dibandingkan biomarker konvensional, sehingga mempercepat proses diagnosis dan intervensi.
Pemaparan tim FK-KMK UGM yang runtut, argumentatif, serta didukung analisis data menyeluruh, berhasil menarik perhatian dewan juri. Prestasi ini sekaligus menunjukkan kapasitas mahasiswa UGM dalam kontribusi ilmiah bagi kemajuan penelitian kardiologi, khususnya dalam pengembangan biomarker klinis yang lebih sensitif dan prediktif untuk pasien pediatri pascaoperasi.
Prestasi ini memberikan dampak positif dalam mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik mahasiswa, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (Kontributor: Tim MiRNA).




