FK-KMK UGM. Residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi, Ahmad Fathoni, meraih Juara III Kompetisi Poster dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Regional (PIR) JOGLOSEMARMAS XXXVI in conjunction with BRAIN III yang diselenggarakan di Java Heritage Hotel, Purwokerto, pada 27–30 Agustus 2026. Capaian tersebut diraih melalui presentasi kasus neurologi kompleks yang mengangkat tata laksana cerebral venous sinus thrombosis (CVST) luas dengan komplikasi infark vena hemoragik.
Dalam kompetisi tersebut, Ahmad mempresentasikan karya berjudul “A Bleeding Brain that Needed Heparin: Successful Management of Extensive Cerebral Venous Sinus Thrombosis with Hemorrhagic Venous Infarction.” Karya ini membahas penanganan kasus CVST yang terjadi bersamaan dengan perdarahan intrakranial. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam praktik neurologi karena keberadaan perdarahan dapat menimbulkan pertimbangan klinis yang kompleks dalam menentukan terapi antikoagulasi.
Melalui laporan kasus tersebut, Ahmad menunjukkan bagaimana proses pengambilan keputusan klinis dapat dilakukan dengan mengintegrasikan temuan klinis, pemeriksaan penunjang, serta bukti ilmiah yang tersedia. Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya penalaran klinis dalam menghadapi kondisi neurologis yang memiliki karakteristik kompleks dan membutuhkan pertimbangan terapi secara menyeluruh.
Kompetisi poster merupakan salah satu agenda dalam PIR JOGLOSEMARMAS XXXVI yang mengusung tema “Recharging Knowledge for Better Neurology Management in the Future”. Pertemuan ilmiah ini menjadi ruang bagi residen, peneliti muda, serta komunitas akademik neurologi untuk mempresentasikan hasil penelitian dan laporan kasus, sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan klinis dan perkembangan keilmuan neurologi.
Pada kompetisi tersebut, sebanyak tujuh karya dipresentasikan dengan beragam topik. Materi yang dibahas mencakup penyakit serebrovaskular, infeksi sistem saraf pusat, epilepsi, hingga pemanfaatan machine learning dalam pencitraan neurologi. Keragaman tema tersebut menunjukkan luasnya persoalan yang menjadi perhatian dalam pengembangan ilmu neurologi, sekaligus memperlihatkan adanya upaya untuk menghubungkan pengalaman klinis dengan perkembangan teknologi dan pendekatan ilmiah.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengetahuan dan praktik neurologi berbasis bukti untuk mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kemampuan akademik, klinis, dan profesional residen. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pertemuan dan pertukaran pengetahuan antarpeserta serta jejaring akademik dalam pengembangan ilmu neurologi. (Kontributor: Distya Nugrahening Pradhani).




