FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menorehkan prestasi dalam rangkaian peringatan World AIDS Day KSIMSI–PERDOSKI 2025 dengan meraih Juara 2 pada Kategori Lomba Video Edukasi berbasis Artificial Intelligence bertopik Infeksi Menular Seksual dan HIV/AIDS. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia sebagai bagian dari kampanye edukasi kesehatan nasional.
Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Tim Residen Program Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi UGM yang terdiri atas dr. Linda Pratiwi, dr. Gloria Karina, dan dr. Widya Khairunnisa Sarkowi berhasil meraih posisi kedua melalui karya video edukasi yang memadukan pendekatan ilmiah dengan inovasi teknologi kecerdasan buatan.
Lomba ini mengusung tema Bersama Hadapi Perubahan Jaga Keberlanjutan Layanan HIV, yang menekankan pentingnya kesinambungan layanan pencegahan dan penanganan HIV di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi. Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam video edukasi menjadi strategi inovatif untuk menyampaikan pesan kesehatan yang akurat, berbasis bukti, serta mudah dipahami oleh masyarakat luas. Melalui pendekatan visual dan narasi yang komunikatif, materi mengenai pencegahan infeksi menular seksual, deteksi dini HIV, serta pengurangan stigma disampaikan secara komprehensif.
Keikutsertaan residen dalam kompetisi ini menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap transformasi digital di bidang kesehatan. Integrasi teknologi AI dalam media edukasi memperluas jangkauan informasi kesehatan sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi risiko kepada masyarakat. Hal ini menjadi relevan dalam upaya memperkuat literasi kesehatan publik serta mendukung keberlanjutan program pengendalian HIV/AIDS di Indonesia.
Prestasi ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian infeksi menular seksual serta HIV/AIDS, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dari pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan sebagai sarana edukasi kesehatan yang inovatif, serta SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence dalam produksi media edukasi kesehatan, yang mendukung ekosistem inovasi digital di bidang kesehatan. (Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).



