FK-KMK UGM Publikasikan Versi Indonesia dari Kuesioner Latihan Penguatan Otot

FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memublikasikan artikel ilmiah berjudul “Translation, adaptation and measurement properties of the Muscle-Strengthening Exercise Questionnaire (MSEQ) among university students in Indonesia” ini melibatkan kolaborasi tim multidisiplin dari FK-KMK UGM, termasuk dosen Departemen Fisiologi dr. Rahmaningsih Mara Sabirin dan dr. Rakhmat Ari Wibowo, serta mahasiswa seperti Reza Setyono Ashari, Dilia Ananda Pratiwi, Melati Nilna Tsania, dan Stevani Tia Bella Merlinda. Artikel ini diterbitkan pada 2025 di jurnal internasional BMJ Open.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan versi Bahasa Indonesia dari kuesioner Muscle-Strengthening Exercise Questionnaire (MSEQ), sebuah instrumen yang berfungsi untuk memantau frekuensi, durasi, intensitas, dan jenis latihan penguatan otot. Proses adaptasi dilakukan dengan mengacu pada pedoman COSMIN, tidak hanya menerjemahkan bahasa, tetapi juga menyesuaikan istilah teknis, ilustrasi gerakan, dan konteks budaya lokal agar instrumen lebih relevan dan mudah dipahami oleh populasi muda Indonesia. Hasil revisi menunjukkan peningkatan validitas konten, menandakan bahwa MSEQ versi Indonesia dapat digunakan secara efektif untuk memantau perilaku latihan penguatan otot.

Uji lapangan melibatkan mahasiswa dari beberapa universitas di dua pulau di Indonesia, dengan pengujian validitas konkuren melalui 7-day diary dan pengukuran kekuatan genggaman tangan (handgrip strength). Analisis menunjukkan korelasi moderat hingga kuat antara skor MSEQ dengan catatan aktivitas harian dan kekuatan genggaman, menegaskan kemampuan instrumen ini dalam menggambarkan partisipasi latihan secara akurat. Uji reliabilitas test–retest menunjukkan hasil baik untuk latihan menggunakan mesin dan latihan holistik, meskipun terdapat variasi pada latihan berbasis bodyweight dan kelompok otot tertentu. Meskipun sampel terbatas pada mahasiswa, hasil penelitian menghasilkan alat ukur yang valid dan dapat diandalkan untuk surveilans perilaku latihan penguatan otot di Indonesia, yang sebelumnya kurang tercakup dalam pemantauan nasional.

Penelitian ini berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena aktivitas penguatan otot terbukti membantu pencegahan penyakit tidak menular, menjaga kualitas hidup, dan mendukung penuaan sehat, dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan adanya publikasi ilmiah. Proses adaptasi yang inklusif sesuai konteks budaya mendukung SDG 10: Mengurangi Ketimpangan, sementara kolaborasi riset lintas institusi sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, memperkuat ekosistem penelitian untuk kesehatan masyarakat secara global. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).