FK-KMK UGM Perkuat Peran Mahasiswa dalam Penelitian Parasitologi dan Pengendalian Dengue Berbasis Masyarakat

FK-KMK UGM. Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memfasilitasi kegiatan magang penelitian mahasiswa. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM dalam riset dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengendalian penyakit menular berbasis vektor. Program magang penelitian tersebut dilaksanakan pada periode September hingga Desember 2025 dan dilaporkan pada Januari 2026, dengan lokasi kegiatan laboratorium di Departemen Parasitologi FK-KMK UGM serta kegiatan lapangan di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Muhammad Rifqi Taftazani, mahasiswa S1 Kedokteran angkatan 2022, yang menjalani magang penelitian di bawah bimbingan dr. Alfin Harjuno Dwiputro, M.Sc. Penelitian yang dilakukan berjudul “Field Testing of In-House Filter Paper as a Sample Collection Tool for Detecting Insecticide Resistance on Aedes sp.” dengan fokus pada pengembangan metode sederhana untuk mendeteksi resistensi insektisida pada nyamuk Aedes sp., vektor utama penyebaran virus Dengue.

Penelitian ini menguji pemanfaatan kertas saring buatan sendiri sebagai alat pengumpulan sampel yang mudah diaplikasikan dan berbiaya rendah. Resistensi insektisida menjadi tantangan serius dalam program pengendalian vektor, sehingga inovasi ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dan masyarakat dalam memantau efektivitas upaya pengendalian nyamuk secara berkelanjutan. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana riset sederhana dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kesehatan masyarakat.

Selain kegiatan laboratorium, Rifqi juga terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan sampel nyamuk sekaligus melaksanakan pengabdian masyarakat melalui edukasi pencegahan Dengue. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, dan Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya infeksi virus Dengue serta langkah pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan penerapan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang, serta menggunakan perlindungan tambahan. dr. Alfin Harjuno Dwiputro, M.Sc. menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset dan pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan kedokteran

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui upaya pencegahan penyakit Dengue dan penguatan kesadaran kesehatan masyarakat. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan adanya penelitian yang dihasilkan mahasiswa, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dari pengembangan inovasi teknologi sederhana berupa alat deteksi resistensi insektisida yang aplikatif dan terjangkau. Sementara itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui kolaborasi antara sivitas akademika, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung pengendalian penyakit. (Kontributor: Alfin Harjuno Dwiputro).