FK-KMK UGM Perkuat Pendidikan Transnasional melalui Kolaborasi UK Indonesia di Bidang Kedokteran Keluarga

FK-KMK UGM. Departemen Kedokteran Keluarga dan Komunitas FK-KMK UGM menyelenggarakan partisipasi dalam forum internasional Multilateral Partnerships in Transnational Education The What Why and How yang diselenggarakan oleh British Council pada 4 Februari 2026 di Jakarta, Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan kementerian serta pimpinan perguruan tinggi nasional untuk membahas strategi kolaborasi pendidikan lintas negara. Dalam kesempatan tersebut, FK-KMK UGM menerima Ina BC TNE Awardees berasal dari FK-KMK UGM, yang menunjukkan kontribusi signifikan fakultas dalam pengembangan Transnational Education di Indonesia.

Project Kolaborasi yang diketuai dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC, SpKKLP, SubSpFOMC, PhD bekerja sama dengan University of Edinburgh mengembangkan TNE Project in Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat pendidikan kedokteran keluarga dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer melalui model pendidikan pascasarjana yang adaptif dan berstandar internasional. Kolaborasi UK–Indonesia ini turut diperkuat dukungan British Council melalui forum ThinkTNE sebagai wadah pertukaran praktik baik dan penguatan kemitraan multilateral.

Pada fase awal tahun 2022 hingga 2023, proyek ini berfokus pada studi kelayakan pendidikan transnasional melalui pemetaan kebutuhan, penguatan kapasitas awal, serta pengembangan pembelajaran digital dan blended learning berbasis Continuing Professional Development. Memasuki fase lanjutan tahun 2025 hingga 2026, program bertransformasi menuju tahap implementasi dengan pengembangan pendidikan pascasarjana Kedokteran Keluarga yang selaras kebijakan nasional dan terintegrasi dengan skema Recognition of Prior Learning.

Sistem pembelajaran digital, asesmen terstandar, serta penguatan quality assurance menjadi pilar penting dalam menjamin mutu dan keberlanjutan program. Model ini dirancang untuk menjawab tantangan dokter umum yang menghadapi keterbatasan waktu, biaya, dan kesinambungan praktik klinis dalam mengakses pendidikan lanjutan. Penguatan kompetensi dokter layanan primer melalui pendidikan yang fleksibel dan terintegrasi menjadi fondasi strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan kurikulum berbasis standar internasional yang tetap kontekstual terhadap kebutuhan lokal, program ini diharapkan mampu memperkuat sistem layanan kesehatan primer di Indonesia.

Partisipasi ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas dokter layanan primer untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam pengembangan program pascasarjana yang fleksibel, berbasis digital, dan berstandar internasional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi di Indonesia dan Inggris serta dukungan lembaga internasional dalam membangun pendidikan transnasional yang berkelanjutan. (Kontributor: Fitria Yumilatifah; Editor: dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC, Ph.D, Sp.KKLP, Subsp.FOMC).