FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pembelajaran lapangan atau fieldtrip sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis konteks nyata kesehatan masyarakat. Fieldtrip dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025 di Desa Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, dengan tujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pola penyebaran, faktor determinan, serta strategi penanggulangan antraks dan zoonosis lain melalui pendekatan One Health. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Magister IKT, dosen pengampu, serta pemangku kepentingan lokal dengan fokus pada isu penyakit zoonosis di wilayah endemis.
Pemilihan Desa Saptosari sebagai lokasi pembelajaran didasarkan pada karakteristik epidemiologis dan ekologis wilayah tersebut yang pernah mengalami Kejadian Luar Biasa antraks. Di bawah bimbingan Prof. Dr. drh. Wayan Tunas Artama, mahasiswa diajak mengkaji rantai penularan penyakit secara menyeluruh, mulai dari keberadaan spora bakteri di tanah, proses infeksi pada hewan ternak, hingga risiko penularan kepada manusia. Pembelajaran dilakukan dengan mengaitkan aspek mikrobiologi, praktik peternakan, perilaku masyarakat, serta kondisi lingkungan yang saling berhubungan.
Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi lapangan terhadap kondisi kandang, pola penggembalaan, dan sumber air ternak, tetapi juga berdialog langsung dengan peternak, mantri hewan, tenaga kesehatan, serta perangkat desa. Diskusi tersebut membuka pemahaman mengenai persepsi risiko masyarakat, kendala ekonomi dalam penerapan biosekuriti, serta tantangan pelaksanaan vaksinasi ternak. Pendekatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian zoonosis.
Pembelajaran lapangan ini juga diarahkan pada penguatan kapasitas mahasiswa dalam manajemen wabah dan perumusan kebijakan kesehatan. Mahasiswa diajak mengevaluasi sistem surveilans, merancang strategi komunikasi risiko yang kontekstual, serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang realistis untuk diterapkan di tingkat desa. Dengan demikian, ilmu kedokteran tropis dipahami tidak hanya sebagai disiplin klinis dan laboratorium, tetapi juga sebagai ilmu yang berakar pada realitas sosial dan budaya masyarakat.
Fieldtrip yang dilakukan oleh mahasiswa FK-KMK UGM ini berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui perlindungan kesehatan hewan ternak sebagai sumber ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat pedesaan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan adanya pembelajaran langsung ke lapangan.
Selain itu juga selaras dengan SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman pengelolaan lingkungan dan lahan penggembalaan yang berkelanjutan dalam memutus rantai penyaki, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan komunitas lokal dalam menghadapi ancaman kesehatan yang kompleks. (Kontributor: Fikri Wahiddinsyah).




