FK-KMK UGM Perkuat Pemantauan Kesehatan Santri melalui Pengabdian di Mlangi

FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi turut berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Klaster Biomedis FK-KMK UGM di Pondok Pesantren As-Salafiyyah 2 Mlangi. Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 tersebut melibatkan sekitar 200 santri putra dan putri dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan, skrining sederhana, serta konsultasi bersama tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pemantauan kondisi kesehatan sejak dini.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi FK-KMK UGM dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan pondok pesantren. Para santri tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami kondisi kesehatan mereka berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM diwakili oleh Dr. dr. Woro Rukmi Pratiwi, M.Kes., Sp.PD, FINASIM, Dr. Sci. apt. Beni Lestari, M.Bio.Sci., dan apt. Firda Ridhayani, M.Clin.Pharm. Ketiganya turut terlibat dalam rangkaian pemeriksaan dan pelayanan kesehatan bagi para peserta.

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium sederhana berupa gula darah sewaktu (GDS) dan hemoglobin (Hb). Pemeriksaan tersebut digunakan sebagai bagian dari skrining awal untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan peserta. Hasil pemeriksaan dapat menjadi informasi awal bagi peserta maupun tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Selain pemeriksaan laboratorium, peserta juga menjalani pemeriksaan menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Pemeriksaan ini memberikan gambaran mengenai komposisi tubuh yang dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam memahami kondisi kesehatan. Hasil pemeriksaan kemudian dapat menjadi bagian dari edukasi mengenai pola hidup dan pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan konsultasi bersama dokter. Pada sesi ini, para santri memiliki kesempatan untuk mendiskusikan hasil pemeriksaan yang telah diperoleh sekaligus mendapatkan informasi dan arahan kesehatan sesuai dengan kondisi masing-masing. Dengan demikian, pemeriksaan tidak berhenti pada pengumpulan hasil skrining, tetapi dilanjutkan dengan komunikasi kesehatan yang membantu peserta memahami informasi yang mereka terima.

Keterlibatan berbagai bidang keilmuan dan tenaga kesehatan membuat kegiatan pengabdian ini memberikan layanan yang lebih komprehensif kepada peserta. Pemeriksaan kesehatan sekaligus menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya mengenali kondisi tubuh sejak dini dan melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pemeriksaan dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran kesehatan santri. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pemberian pengetahuan mengenai pemantauan kesehatan dan pola hidup sehat. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas bidang dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. (Kontributor: Firda Ridhayani).