FK-KMK UGM Perkuat Literasi Gizi Pelajar melalui Edukasi Gizi Seimbang di Sekolah

FK-KMK UGM. Dosen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Aviria Ermamilia, S.Gz. M.Gizi, RD berpartisipasi dalam kegiatan memeringati Hari Gizi Nasional 2026. Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi gizi seimbang yang diselenggarakan di SMK Kesehatan Binatama pada Rabu (21/01) dengan melibatkan siswa sekolah menengah sebagai sasaran utama, sejalan dengan upaya penguatan pemahaman gizi sejak usia sekolah.

Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026 diperingati setiap tanggal 25 Januari dengan mengusung tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) bersama Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Cabang PERSAGI menyelenggarakan edukasi gizi seimbang secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan 36 provinsi, 1.846 sekolah, 9.230 ahli gizi, serta 55.380 siswa dan siswi, dan ditujukan untuk mencatatkan Rekor MURI “Edukasi Gizi Serentak dengan Peserta Terbanyak di Seluruh Indonesia”, sekaligus memperkuat peran strategis ahli gizi dalam meningkatkan pemahaman gizi masyarakat.

Dalam kegiatan di SMK Kesehatan Binatama, edukasi disampaikan oleh Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD., dosen FK-KMK UGM Departemen Gizi Kesehatan. Ia menegaskan, “Kami dari PERSAGI Nasional memberikan kontribusi terhadap pengetahuan gizi seimbang bagi anak sekolah dari SD hingga SMA.” Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar gizi seimbang, antara lain pentingnya mengonsumsi aneka ragam makanan, menjaga kebersihan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta memantau berat dan tinggi badan.

Selain itu, edukasi juga menekankan peran lingkungan pendukung, terutama orang tua dan guru. Orang tua diharapkan mampu menyediakan sarapan sehat, menyiapkan bekal bergizi, menyelaraskan menu rumah dengan program gizi sekolah, membatasi konsumsi pangan ultra-proses, serta memantau tumbuh kembang anak. Guru diharapkan berperan sebagai teladan, pengawas asupan gizi, pengarah perilaku makan sehat siswa, sekaligus penjaga lingkungan kantin sekolah yang sehat.

Aviria Ermamilia berharap kegiatan edukasi ini dapat memberikan dampak jangka panjang. Ia menyampaikan, “Dengan adanya edukasi gizi nasional serempak, harapannya anak sekolah lebih memahami apa yang harus mereka makan, bagaimana memilih makan sehat bergizi seimbang, sehingga bisa tumbuh dengan sehat berkembang dengan baik dan tentunya berprestasi dan mendukung indonesia emas 2045.”

Kegiatan edukasi gizi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan pemahaman gizi untuk mencegah masalah gizi, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui promosi pola makan sehat dan pencegahan penyakit sejak usia sekolah, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan edukasi gizi sebagai bagian dari pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang dan prestasi peserta didik. Selain itu juga selaras dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.  (Bernadetta Nova Puspitasari/Humas).