FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan praktikum Protozologi sebagai bagian integral dari kurikulum pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan seluruh mahasiswa Magister IKT, baik dari jalur reguler maupun kelas hybrid, dengan pendampingan dosen pengampu mata kuliah. Praktikum Protozologi dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025, dengan tujuan memperkuat kompetensi diagnostik mahasiswa dalam mengidentifikasi dan menganalisis parasit protozoa penyebab penyakit tropis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah endemis.
Praktikum ini dipandu langsung oleh dr. Stefanie Kusuma, M.Sc., yang membekali mahasiswa dengan pengalaman laboratorium komprehensif melalui pengamatan mikroskopis berbagai preparat protozoa patogen. Mahasiswa mempelajari karakteristik morfologi dan stadia hidup protozoa penting seperti Plasmodium spp. penyebab malaria, Entamoeba histolytica penyebab disentri amuba, Trypanosoma spp., serta Leishmania spp. Pengamatan tidak hanya berfokus pada bentuk parasit, tetapi juga pada pola pergerakan, perubahan patologis pada inang, dan implikasi klinis yang ditimbulkan.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak mengaitkan temuan laboratorium dengan konteks klinis dan epidemiologis. Diskusi studi kasus menjadi bagian penting dalam praktikum untuk melatih kemampuan analisis mahasiswa dalam menafsirkan hasil pemeriksaan, mempertimbangkan faktor risiko pasien, serta menentukan langkah diagnosis lanjutan yang tepat. Bagi mahasiswa kelas hybrid, praktikum ini menjadi sarana penting untuk memastikan keterampilan praktis yang diperoleh setara dengan mahasiswa jalur reguler, sehingga prinsip inklusivitas dan pemerataan kualitas pendidikan tetap terjaga.
Pelaksanaan praktikum Protozologi juga menegaskan komitmen Program Studi Magister IKT FK-KMK UGM dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan tantangan nyata di lapangan. Penguatan keterampilan diagnostik sejak dini diharapkan dapat melahirkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pengendalian penyakit tropis, baik melalui pelayanan kesehatan, penelitian, maupun perumusan kebijakan berbasis bukti.
Praktikum ini berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas diagnosis penyakit menular dan tropis sehingga mendukung pencegahan dan pengendalian wabah, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penyediaan pembelajaran laboratorium yang inklusif, bermutu, dan setara bagi seluruh mahasiswa, serta SDG 10: Mengurangi Kesenjangan dengan menyiapkan tenaga kesehatan yang mampu memberikan layanan diagnosis yang adil dan tepat bagi kelompok masyarakat rentan yang terdampak penyakit protozoa. (Kontributor: Fikri Wahiddinsyah).




