FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berkontribusi dalam penguatan kolaborasi riset vaksin dan imunisasi melalui penyelenggaraan Asia Pacific Vaccine Research Network (APVRN) Masterclass 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 28 September–2 Oktober 2026 di The Phoenix Hotel, Yogyakarta.
Kegiatan ini dibuka oleh Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH. APVRN Masterclass 2026 dipimpin oleh Prof. Fiona Russell dari The University of Melbourne dan Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada sebagai ketua bersama (co-chairs). Keterlibatan kedua institusi dalam kepemimpinan kegiatan ini mencerminkan pentingnya kerja sama akademik lintas negara untuk memperkuat kapasitas penelitian, pengembangan vaksin, serta perumusan kebijakan imunisasi yang berlandaskan bukti ilmiah.
Selama lima hari pelaksanaan, APVRN Masterclass 2026 menjadi wadah peserta untuk mengikuti diskusi ilmiah, bertukar pengalaman, dan membangun hubungan profesional. Beragam perspektif dari dunia akademik, pelayanan kesehatan, industri, dan pemangku kepentingan lainnya memberikan kesempatan untuk melihat tantangan riset vaksin dan imunisasi dari berbagai sudut pandang. Pertemuan semacam ini penting karena pengembangan dan penerapan vaksin tidak hanya membutuhkan kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga dukungan kebijakan, kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antarlembaga.
Melalui sesi ilmiah dan diskusi kelompok terarah (focus group discussion), peserta berkesempatan mendalami isu-isu yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan vaksin. Pertukaran gagasan juga membuka ruang untuk membahas kebutuhan penelitian, berbagi pengalaman antarnegara, serta mengenali peluang kerja sama yang dapat dikembangkan setelah kegiatan berakhir.
Kolaborasi lintas institusi dan negara menjadi salah satu aspek penting dalam penguatan penelitian vaksin dan imunisasi di kawasan Asia Pasifik. Setiap negara memiliki pengalaman, kebutuhan kesehatan masyarakat, dan tantangan implementasi yang beragam. Dengan berbagi pengetahuan serta mempertemukan keahlian dari berbagai bidang, jejaring penelitian dapat membantu memperluas pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi sekaligus membuka peluang pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap penguatan riset vaksin dan imunisasi. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan ekosistem inovasi penelitian kesehatan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas negara dan institusi. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).




