FK-KMK UGM. Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kunjungan akademik bersama Theerthankar Das, Ph.D., dari University of Sydney, Australia, yang hadir sebagai visiting lecturer. Acara ini berlangsung pada Rabu, 20 Agustus 2025, di lingkungan FK-KMK UGM. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring riset internasional sekaligus memperkuat kapasitas akademik dalam bidang mikrobiologi klinis, khususnya pada isu biofilm dan resistensi antimikroba.
Rangkaian kunjungan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama tim Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biofilm bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dr. Das juga menyampaikan kuliah tamu bertajuk “A Step Challenge Against Smarter Bacteria”. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa bakteri adalah organisme yang cerdas dan mampu mengembangkan strategi bertahan hidup menghadapi tekanan antibiotik maupun terapi antibiofilm. Beberapa mekanisme adaptasi seperti pembentukan biofilm, regulasi genetik, dan quorum sensing menjadi tantangan serius bagi dunia medis. Kuliah ini mengajak mahasiswa, peneliti, dan praktisi untuk memahami kompleksitas perlawanan bakteri serta pentingnya inovasi dalam menemukan terapi baru terhadap infeksi.
Selain kuliah, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi riset yang membahas rencana pengajuan grant internasional, arah penelitian biofilm di Indonesia, serta peluang riset translasi menuju inovasi antibiofilm yang lebih aplikatif di klinis. Fokus kerja sama diarahkan pada eksplorasi molekul tertentu sebagai agen potensial antibiofilm yang diharapkan dapat membuka peluang lahirnya strategi terapi baru menghadapi bakteri multidrug-resistant. Dr. Das juga melakukan kunjungan laboratorium untuk melihat fasilitas riset di Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM yang mendukung pengembangan kerja sama berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya pengendalian resistensi antimikroba, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat kolaborasi riset internasional. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya inovasi terapi antibiofilm yang tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tetapi juga berdampak luas bagi kesehatan masyarakat global.
Kunjungan akademik ini mempertegas peran FK-KMK UGM dalam menjadi pusat kolaborasi riset yang terbuka dan progresif. Melalui keterlibatan mitra internasional, diharapkan kapasitas riset nasional dalam bidang resistensi antimikroba dapat semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata terhadap tantangan kesehatan dunia. (Kontributor: Ayu Rahayu).




