FK-KMK UGM Perkuat Kolaborasi Nasional dalam FGD Antibiofilm 2025

FK-KMK UGM. Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biofilm menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Nasional bertema “Outsmarting Biofilms: Novel Strategies for Antibiofilm Treatment and Foodborne Disease Control” pada 18–19 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dengan pusat kegiatan di BRIN Gunungkidul, Yogyakarta, dan diikuti oleh anggota PKR Biofilm dari berbagai institusi, termasuk UGM, BRIN, RS dr. Soeradji Tirtonegoro, UNSOED, UMKT, UNM, Udayana, UHO, UNJAYA, serta STIKES Maluku Utara. Forum ini menjadi agenda tahunan yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi riset, menyampaikan temuan ilmiah terbaru, dan merancang strategi inovatif di bidang kesehatan dan keamanan pangan.

Hari pertama dimulai dengan pembukaan oleh Ketua PKR Biofilm, Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., Sp.MK(K), yang menekankan perlunya pendekatan lintas sektor dalam menghadapi biofilm sebagai agen infeksi dan kontaminasi pangan. Sesi webinar menghadirkan narasumber internasional maupun nasional, yakni Prof. Mark Blaskovich (University of Queensland), Dr. Theerthankar Das (Western Sydney University), dan Dr. Nodali Ndraha (BRIN). Diskusi berlangsung aktif dengan arahan Dr. Anggia Prasetyoputri (BRIN), yang menyoroti potensi biodiversitas Indonesia sebagai sumber solusi antibiofilm berkelanjutan.

Memasuki hari kedua, kegiatan dibuka oleh Bapak Satriyo Krido Wahono, S.T., Ph.D., Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Gunungkidul, yang menegaskan dukungan fasilitas untuk penguatan riset biofilm. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, serta Ahmad Fathoni, Ph.D.. Ketiganya menekankan pentingnya sinergi, adaptasi, serta inovasi untuk memperkuat posisi PKR Biofilm dalam riset nasional maupun internasional.

Agenda hari kedua juga diisi dengan evaluasi program tahun sebelumnya serta penyusunan rencana kerja PKR Biofilm periode 2025–2026, dipandu oleh Dr. Ema Damayanti, M.Biotech.. Dilanjutkan dengan workshop penggalian pendanaan, penyusunan proposal kompetitif, dan perluasan kolaborasi internasional yang dipandu oleh Prof. Dr. Puspita Lisdiyanti, M. Agr. Chem.. Diskusi difokuskan pada pengembangan terapi berbasis senyawa alami, pemodelan infeksi biofilm, serta penerapan teknologi molekuler dan in-situ detection untuk sektor pangan maupun layanan kesehatan.

FGD ini juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas kegiatan ini mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis pangan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan inovasi berbasis teknologi molekuler dan biodiversitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tampak dari keterlibatan lintas institusi dan kolaborasi internasional yang semakin kuat. (Kontributor: Ayu Rahayu).