FK-KMK UGM Perkuat Kolaborasi Kampung Sehat untuk Cegah Obesitas dan Diabetes Berbasis Komunitas

FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM berpartisipasi dalam diskusi lanjutan Kampung Sehat sebagai bagian dari penguatan program promosi dan pencegahan penyakit tidak menular berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas wilayah di Indonesia dan difasilitasi oleh Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia. Diskusi lanjutan Kampung Sehat berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, dengan fokus pada pengembangan edukasi masyarakat untuk pencegahan obesitas dan diabetes melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

Pada pertemuan ini, peserta membahas kelanjutan penyusunan dan penyempurnaan Modul Sosialisasi Kampung Sehat. Modul tersebut diposisikan tidak hanya sebagai bahan presentasi, tetapi sebagai panduan implementatif yang dapat digunakan fasilitator lapangan untuk mengelola proses sosialisasi, mengorganisasi warga, serta memperkuat dukungan sosial di tingkat komunitas. Diskusi ini terkait berbagi pengalaman antarwilayah, termasuk strategi menjaga konsistensi pesan promosi kesehatan, mengaktifkan peran kelompok masyarakat, dan menghadapi tantangan perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

Salah satu sesi yang dilaksanakan adalah berbagi pengalaman dari Lurah Tanah Sareal, Kota Bogor, Muhammad Inoki, yang memaparkan kondisi lapangan terkait tingginya konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) dan kaitannya dengan peningkatan kasus obesitas dan diabetes. Isu MBDK dinilai krusial karena kerap dianggap sebagai bagian wajar dari konsumsi harian masyarakat, padahal berdampak akumulatif terhadap risiko penyakit tidak menular. Melalui pengalaman lapangan tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai pola konsumsi masyarakat, tantangan komunikasi risiko, serta pendekatan persuasif yang dapat mendorong perubahan tanpa memicu resistensi sosial.

Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM mengirimkan perwakilan dalam diskusi tersebut. Kedua perwakilannya adalah Tutik Istiyani, S.Sos. dan Nia Lestari Muqarohmah sebagai perwakilan CHBP FK-KMK UGM yang mendampingi tiga kampung sehat binaan di Kota Yogyakarta. Keduanya berbagi praktik baik pendampingan komunitas, termasuk pentingnya memastikan materi sosialisasi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui media edukasi yang relevan dan penguatan jejaring warga.

Dalam sesi berbagi, Tutik Istiyani menyampaikan bahwa di Yogyakarta telah dilakukan penyerahan media edukasi kepada masyarakat, khususnya di RW 12 Demangan, sebagai strategi keberlanjutan program. Penyerahan media tersebut dipandang sebagai langkah transisi agar komunitas mampu melanjutkan pesan perubahan perilaku secara mandiri setelah fase pendampingan intensif berakhir. Selain itu, disampaikan pula rencana pengembangan program di tingkat kelurahan, yaitu Kelurahan Demangan, dengan sasaran kelompok PKK sebagai upaya memperkuat pencegahan obesitas dan diabetes berbasis keluarga melalui literasi pangan sehat dan aktivitas fisik yang dapat diterapkan dalam keseharian.

Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yakni SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko obesitas dan diabetes di masyarakat, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan ketahanan sosial dan kesehatan warga di tingkat komunitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan komunitas lintas wilayah dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Nia Lestari Muqarohmah).