FK-KMK UGM. Departemen Parasitologi mengikuti UGM–NUS Modelling Workshop 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dosen muda dalam riset dan pemodelan penyakit menular. Kegiatan yang merupakan kolaborasi FK-KMK UGM dengan Saw Swee Hock School of Public Health, National University of Singapore (NUS) tersebut berlangsung pada 17–24 Juli 2026 dengan menghadirkan Prof. Alex R. Cook dan Dr. Swapnil Mishra dari NUS serta Dr. Kartika Saraswati sebagai fasilitator.
Dua dosen muda Departemen Parasitologi FK-KMK UGM, drh. Kharisma Dewi, MPH. dan dr. Stefanie Kusuma, M.Sc., mengikuti rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan analisis kuantitatif serta memperluas pemahaman mengenai penerapan pemodelan dalam kesehatan masyarakat.
Pemodelan penyakit menular merupakan salah satu pendekatan penting dalam memahami dinamika epidemiologi. Dengan memanfaatkan data dan metode matematis maupun komputasional, pemodelan dapat digunakan untuk menggambarkan pola penularan, memperkirakan perkembangan epidemi, membandingkan skenario intervensi, serta menghasilkan informasi yang dapat mendukung pengambilan kebijakan kesehatan berbasis bukti.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan Introduction to R yang memberikan dasar pengelolaan data dan pemrograman menggunakan perangkat lunak R. Peserta kemudian mengikuti kuliah tamu bertajuk “Recent Advances in Infectious Disease Modelling and Its Applications for Public Health Policy” sebelum memasuki sesi workshop yang lebih intensif.
Selama workshop, Kharisma Dewi dan Stefanie Kusuma bersama peserta lainnya mempelajari berbagai pendekatan pemodelan penyakit menular, meliputi compartmental modelling, Bayesian modelling, spatial modelling, hingga stochastic modelling. Pembelajaran dilakukan melalui pemaparan konsep, praktik menggunakan R, diskusi, dan studi kasus. Peserta juga diperkenalkan dengan model epidemiologi SIR dan SEIR, termasuk tahapan estimasi parameter, kalibrasi, validasi, analisis ketidakpastian, serta visualisasi hasil pemodelan.
Metode pembelajaran hands-on memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun model secara langsung, mengubah parameter, dan mengamati dampaknya terhadap hasil simulasi. Pendekatan tersebut tidak hanya membantu peserta memahami proses teknis dalam menjalankan model, tetapi juga melatih kemampuan untuk mengidentifikasi asumsi, menilai ketidakpastian, serta menginterpretasikan hasil pemodelan sesuai konteks persoalan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan riset dan kapasitas dalam memahami serta mengendalikan penyakit menular. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui peningkatan kompetensi dosen dan peneliti. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara UGM dan NUS. (Kontributor: Kharisma Dewi).




