FK-KMK UGM Perkuat Infrastruktur dan Kapasitas SDM untuk Deteksi Dini Patogen

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak – Pediatric Research Office (PKKA-PRO) FK-KMK UGM menyelenggarakan Peninjauan Site dan Penilaian Kapasitas Laboratorium dalam rangka penelitian “Deteksi Patogen dengan Potensi Pandemi dalam Air Limbah Perkotaan Sebagai Sistem Peringatan Dini Terhadap Adaptasi dan Penularan pada Manusia”. Kegiatan ini berlangsung pada 15–16 Oktober 2025 di Perumda PALD Banjarmasin dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian adalah memperkuat sistem peringatan dini melalui deteksi SARS-CoV-2 dan Salmonella Typhi di lingkungan perkotaan serta mendorong kolaborasi multi-sektoral untuk meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.

Tim PKKA-PRO FK-KMK UGM yang dipimpin dr. Ahmad Watsiq Maula, MPH, melakukan kunjungan ke tiga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Banjarmasin, yakni IPAL Pekapuran Raya, IPAL Lambung Mangkurat, dan IPAL HKSN. Peninjauan lapangan ini bertujuan memastikan lokasi sampling sesuai untuk deteksi patogen, sekaligus mengidentifikasi potensi hambatan, seperti lokasi IPAL Lambung Mangkurat yang berada di kawasan kantor DPRD Kota Banjarmasin dan kondisi tanah rendah yang dapat memengaruhi konsentrasi patogen. Diskusi dengan manajemen Perumda PALD Banjarmasin menghasilkan kesepakatan untuk membangun Perjanjian Kerja Sama resmi, memperkuat kolaborasi lintas sektor dan implementasi riset berkelanjutan.

Kegiatan dilanjutkan di BBLKM Banjarbaru untuk penilaian kapasitas laboratorium. Kepala BBLKM Banjarbaru, Budi Santoso, SKM, MPH, memaparkan pengalaman laboratorium sejak 2018 dalam surveilans polio, serta teknis pengambilan sampel dan pengiriman ke pusat. Laboratorium BBLKM Banjarbaru dinilai lengkap dengan fasilitas filtrasi, ekstraksi DNA, PCR, dan sequencing, meskipun ultrasentrifus belum tersedia. Kesepakatan kolaborasi mencakup penggunaan alat, bahan habis pakai, dan alih pengetahuan bagi tenaga laboratorium, memperkuat kapasitas SDM lokal dan memastikan keberlanjutan riset.

Peninjauan dan asesmen ini mendukung beberapa aspek Sustainable Development Goals. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera tercapai melalui sistem peringatan dini penyakit menular, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer teknologi dan pelatihan laboratorium, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan IPAL dan peningkatan kapasitas laboratorium, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas institusi. Implementasi Wastewater Surveillance menjadi contoh nyata integrasi inovasi, pendidikan, infrastruktur, dan kemitraan untuk kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Dengan berhasilnya peninjauan lapangan dan penilaian laboratorium, PKKA-PRO FK-KMK UGM membuka peluang untuk implementasi Wastewater Surveillance secara efektif di Banjarmasin. Penelitian ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap penyakit menular, tetapi juga memperkuat kapasitas SDM, membangun kolaborasi lintas sektor, dan mengoptimalkan infrastruktur kesehatan. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).