FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program ASSIST (A Stop Smoking In Schools Trial) yang melibatkan siswa sebagai peer supporter dalam upaya pencegahan perilaku merokok remaja. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut berupa kunjungan edukatif ke Museum Bio-Paleoantropologi dan Museum Anatomi FK-KMK UGM yang berlangsung pada Senin, 14 September 2026, di Gedung T. Jacob FK-KMK UGM dan diikuti sekitar 50 siswa beserta guru pendamping dari SMP Stella Duce 1 Yogyakarta serta sejumlah siswa dari SMA Negeri 3 Yogyakarta dan SMA Kolese De Brito.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan model keberlanjutan program ASSIST melalui pemberdayaan alumni peer supporter. Setelah mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan pengalaman menjalankan peran sebagai pendukung sebaya di lingkungan sekolah, para siswa diajak mengikuti sesi tindak lanjut dan refleksi melalui pengalaman belajar di museum. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk melihat isu kesehatan remaja dari sudut pandang yang lebih luas.
Para siswa tidak hanya mengikuti sesi refleksi, tetapi juga diajak menjelajahi koleksi Museum Bio-Paleoantropologi dan Museum Anatomi. Berbagai fosil, replika, panel informasi, serta koleksi anatomi menjadi media yang membantu peserta mengenal perjalanan kehidupan dan manusia sekaligus memahami tubuh manusia secara lebih konkret.
Ketertarikan peserta terlihat dari cara mereka mengamati koleksi dan mengikuti penjelasan yang diberikan oleh tim museum. Pertanyaan yang muncul selama kunjungan membuat proses belajar berkembang menjadi diskusi. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan pengetahuan mengenai tubuh dan manusia dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Dalam program ASSIST, pendekatan peer supporter menempatkan remaja sebagai bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan pergaulan yang mendukung perilaku hidup sehat. Kedekatan antarteman menjadi salah satu alasan pendekatan ini relevan bagi kehidupan remaja. Pesan mengenai kesehatan tidak hanya dapat disampaikan oleh guru maupun tenaga kesehatan, tetapi juga dapat diperkuat melalui komunikasi, dukungan, dan pengalaman yang dibagikan antarteman.
Melalui kunjungan museum, perspektif tersebut diperluas. Para siswa diajak memahami bahwa kesehatan manusia tidak hanya berkaitan dengan kondisi biologis tubuh, tetapi juga dipengaruhi perilaku, lingkungan, interaksi sosial, dan pilihan yang dibuat dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tersebut menjadi relevan dengan peran mereka sebagai peer supporter yang diharapkan mampu memberikan dukungan positif kepada teman sebaya.
Museum Bio-Paleoantropologi dan Museum Anatomi FK-KMK UGM dalam kegiatan ini juga berperan sebagai ruang pembelajaran yang terbuka dan kontekstual. Koleksi yang tersedia tidak hanya menjadi objek untuk dilihat, tetapi dapat menjadi titik awal bagi siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan memahami pengetahuan ilmiah melalui pengalaman langsung. Dengan pendekatan tersebut, materi mengenai manusia dan kesehatan menjadi lebih dekat dengan kehidupan peserta.
Kunjungan siswa dari beberapa sekolah sekaligus memperlihatkan bahwa pembelajaran kesehatan dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan. Pengalaman melihat koleksi secara langsung memberikan kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesadaran kesehatan dan pencegahan perilaku merokok pada remaja. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman di lingkungan museum. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan museum sebagai ruang edukasi dan pengembangan metode pembelajaran. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan generasi muda. (Kontributor: Ilham Novitasari).




