FK-KMK UGM. Tim pengabdian masyarakat yang diketuai Dr. dr. Yogi Fitriadi, M.Sc., menyelenggarakan penyuluhan kesehatan mengenai dukungan sosial, psikologis, dan motivasi bagi pasien tuberkulosis (TBC). Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di Aula Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, dengan melibatkan kader kesehatan, keluarga atau pendamping pasien, tokoh masyarakat, serta pasien TBC. Penyuluhan ini bertujuan memperkuat dukungan selama pengobatan, mencegah penularan, dan mengurangi stigma sosial terhadap pasien.
Dalam kegiatan ini, dr. Andreas Wijaya, AIFO-K, MH, FISQua, menyampaikan materi mengenai peran keluarga dalam mendukung kesembuhan pasien TBC dan mencegah penularan di lingkungan komunitas. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menjaga kepatuhan minum obat, memberikan dukungan selama masa pemulihan, serta menciptakan lingkungan rumah yang sehat.
Materi berikutnya disampaikan oleh Arifa Widyasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas strategi dukungan psikologis, motivasi, dan edukasi antistigma. Kader kesehatan dan keluarga dibekali pemahaman mengenai komunikasi efektif untuk menjaga motivasi pasien selama menjalani pengobatan jangka panjang. Edukasi juga diarahkan untuk mengurangi stereotip negatif terhadap pasien TBC, menumbuhkan empati, serta membangun lingkungan sosial yang lebih mendukung proses kesembuhan.
Selain memperhatikan kondisi pasien, penyuluhan ini menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental orang-orang yang mendampingi pengobatan. Kader dan keluarga dapat mengalami kelelahan emosional ketika memberikan pendampingan secara terus-menerus. Oleh karena itu, pemahaman mengenai caregiver burnout atau kelelahan pada pendamping menjadi bagian dari materi agar mereka mampu menjaga kondisi psikologis dan memberikan dukungan secara berkelanjutan.
Penyuluhan dilaksanakan secara partisipatif melalui pemaparan interaktif, tanya jawab, diskusi kasus, dan simulasi komunikasi motivasional antara kader atau keluarga dengan pasien TBC. Metode ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami materi sekaligus berlatih menghadapi situasi pendampingan yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap keberhasilan pengobatan dan pencegahan penularan TBC. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap pasien TBC. (Kontributor: Dr. dr. Yogi Fitriadi, M.Sc.FM, Editor: Silvia Tri Wahyu C).




