FK-KMK UGM Menguatkan Peran Alumni dalam Menopang Jalan Studi Mahasiswa

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melalui koordinasi bidang kemahasiswaan memfasilitasi, memberikan dukungan beasiswa dan pendampingan studi bagi mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi tantangan pembiayaan pendidikan. Program ini menyasar mahasiswa FK-KMK UGM yang membutuhkan dukungan lanjutan, bekerja sama dengan alumni melalui Beasiswa Kagamadok serta mitra Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dengan pelaksanaan seleksi dan pendampingan berlangsung pada pertengahan hingga akhir Agustus 2025 di lingkungan FK-KMK UGM dan RSA UGM.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Rahmadhani Nurlia Novitasari, mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan UGM. Dengan capaian akademik yang konsisten dan IPK 3,81, Lia harus menghadapi kecemasan ketika beasiswa KIP-K yang menopang kebutuhan kuliah dan hidup sehari-hari berakhir pada Juni 2025, sementara skripsinya belum rampung. Sejak awal studi, KIP-K menjadi penyangga utama pembiayaan UKT, buku, kebutuhan perkuliahan, hingga transportasi.

Sebagai anak dari orang tua tunggal, Lia memahami keterbatasan keluarga. Ia berinisiatif mengajukan keringanan UKT melalui SIMASTER sembari menunggu kepastian. Harapan tersebut menemukan titik terang ketika FK-KMK UGM mengabarkan bahwa Lia terpilih sebagai kandidat penerima Beasiswa Kagamadok. Setelah melalui proses seleksi dan wawancara yang melibatkan Kagamadok dan Tim Pembina Kemahasiswaan FK-KMK UGM, Lia dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Kagamadok pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Kabar ini memastikan keberlanjutan studinya tanpa kekhawatiran pembayaran UKT.

Dukungan tidak berhenti pada beasiswa. Lia juga memperoleh kesempatan magang kerja di RSA UGM, sebuah inisiatif Kagamadok yang memungkinkan mahasiswa memperoleh penghasilan tanpa mengganggu fokus akademik. Sejak akhir Agustus 2025, Lia berkontribusi di Bagian Jaminan Kesehatan dalam pengelolaan arsip rekam medis, dengan fleksibilitas waktu ketika bimbingan skripsi atau pengambilan data penelitian berlangsung. Penghasilan magang dimanfaatkan untuk kebutuhan skripsi dan transportasi harian.

Pengalaman di RSA UGM memberi Lia ruang belajar manajemen waktu, membangun relasi, serta menjaga motivasi hingga tahap akhir studi. Ia terjadwal mengikuti sidang skripsi pada 12 Desember 2025, melanjutkan yudisium Program Sarjana pada Januari 2026, dan bersiap menempuh Pendidikan Profesi Ners. “Terima kasih,” ungkap Lia, seraya berharap program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa.

FK-KMK UGM terus berkolaborasi dengan alumni melalui Kagamadok dan RSA UGM untuk menjembatani mahasiswa dalam menyelesaikan studi secara tepat waktu. Dukungan finansial, kesempatan magang, dan pendampingan yang terintegrasi menghadirkan ekosistem pembelajaran yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi calon tenaga kesehatan.

Kontribusi ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan bagi mahasiswa berprestasi, SDG 1: Tanpa Kemiskinan dengan mengurangi beban ekonomi mahasiswa rentan agar tidak putus studi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, alumni, dan rumah sakit akademik dalam memperkuat keberlanjutan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan. (Kontributor: Paramita Sari).