FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Workshop bertajuk “Pengaruh Budaya terhadap Kesehatan: Masalah atau Solusi?” sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada konteks sosial dan budaya masyarakat. Seminar dan rangkaian workshop ini berlangsung selama dua hari, pada Jumat–Sabtu, 10 Januari 2026, dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang profesi kesehatan.
Seminar nasional menghadirkan para pakar dan praktisi kedokteran keluarga yang mengulas secara mendalam bagaimana faktor sosial dan budaya memengaruhi kesehatan individu maupun komunitas. Materi yang disampaikan mencakup urgensi kompetensi budaya bagi dokter dalam memberikan layanan yang berpusat pada pasien, pemahaman budaya sebagai tantangan sekaligus potensi solusi dalam mewujudkan hidup sehat, serta pengaruh aspek sosial budaya dalam perawatan kehamilan hingga masa nifas. Diskusi berlangsung dinamis dan dipandu oleh Dr. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes., Sp.KKLP, yang juga menjabat sebagai Ketua PDSKKI Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain seminar, kegiatan ini dirangkai dengan workshop aplikatif yang menitikberatkan pada penerapan nilai budaya dalam praktik klinis dan layanan kesehatan sehari-hari. Workshop tersebut mengulas hubungan budaya dengan teknik sirkumsisi, pendekatan budaya dalam teknik self-care team care bagi first aider, penerapan budaya dalam kerja sama tim emergency pre-hospital, serta integrasi budaya dalam teknik skrining retina. Melalui sesi-sesi ini, peserta memperoleh pengalaman pembelajaran langsung yang relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan di masyarakat.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Lomba Video Edukasi Kesehatan yang mendorong tenaga kesehatan untuk menyampaikan pesan kesehatan secara komunikatif, menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami masyarakat, serta berbasis referensi ilmiah terkini. Inisiatif ini menjadi sarana penguatan peran tenaga kesehatan dalam edukasi publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang berkualitas dan berpusat pada pasien, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan ruang pembelajaran berkelanjutan bagi tenaga profesional kesehatan. Pendekatan berbasis budaya yang diangkat juga mendukung upaya pengurangan kesenjangan (Kontributor: Fitria Yumilatifah/Editor: Yogi Fitriadi).




