FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam kegiatan internasional bertajuk Asia Pacific Vaccine Research Network (APVRN) Masterclasses in Evidence-Based Immunisation Policy. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 13 Februari 2026 bertempat di Murdoch Children’s Research Institute (MCRI), The Royal Children’s Hospital Melbourne, Australia. Program ini diikuti oleh para peneliti, klinisi, dan profesional kesehatan dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik dengan tujuan utama memperkuat kapasitas penelitian serta implementasi kebijakan imunisasi yang berbasis pada bukti ilmiah yang kuat di tengah tantangan penyakit infeksi menular yang masih signifikan.
Delegasi dari Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) FK-KMK UGM yang turut serta dalam agenda ini terdiri dari tiga peneliti ahli, yaitu Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., dr. Rony Trilaksono, M.Sc., Sp.A, serta apt. Sarah Ulfa, S.Farm., MPH. Dalam rangkaian acara tersebut, Prof. Jarir juga sebagai narasumber. Beliau memberikan presentasi mengenai Vaccine Prioritisation and Optimisation (VPOP) serta memaparkan materi tentang pengembangan vaksin dan uji klinis RVBB3 yang dilakukan di Indonesia.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta mendalami berbagai materi esensial yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang vaksinologi dan metodologi penelitian. Diskusi ilmiah yang berkembang mencakup topik-topik strategis seperti penanganan misinformasi di masyarakat, platform imunologi vaksin, hingga pemanfaatan pemodelan penyakit.
Selain itu, dr. Jonathan Haposan, MPH., juga memaparkan materi mengenai kebutuhan data untuk kebijakan yang berfokus pada ekonomi kesehatan, dengan mengambil contoh implementasi vaksin konjugat tifoid di Indonesia. Seluruh rangkaian sesi ini bertujuan agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium, namun dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan imunisasi yang efektif bagi pemerintah di masing-masing negara.
Kegiatan ini juga dapat memperkuat jejaring kolaborasi penelitian antarnegara. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara institusi akademik, organisasi internasional, dan pembuat kebijakan, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan kesehatan masa depan. Penguatan kapasitas ini memastikan bahwa sistem kesehatan di kawasan Asia-Pasifik menjadi lebih tangguh melalui inovasi dan riset klinis yang berkelanjutan, sehingga distribusi dan penggunaan vaksin dapat dilakukan secara optimal dan merata.
Partisipasi FK-KMK UGM dalam kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengendalian penyakit menular lewat kebijakan imunisasi yang tepat sasaran, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan pengembangan kapasitas peneliti dan tenaga kesehatan agar memiliki keahlian berstandar internasional, SDG 9: industri, inovasi, dan infrastruktur didukung melalui dorongan terhadap inovasi riset kesehatan dan infrastruktur ilmiah yang mumpuni, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas negara dan institusi untuk memperkuat ketahanan kesehatan global. (Kontributor: Sarah Ulfa, Dhimas Sholikhul Huda).




