FK-KMK UGM Luncurkan Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative untuk Perkuat Penanganan Kanker Payudara di DIY.

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menjadi tuan rumah Kick-Off Program Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative pada Jumat (27/2). Kegiatan inidiselenggarakan di Auditorium FK-KMK UGM, dengan puluhan peserta yang terdiri dari berbagai institusi stakeholder yang berfokus pada penanganan kanker, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative ini bertujuan untuk menguatkan kerja sama secara berkelanjutan dalam penanganan kanker khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc. Ph.D., FRSPH selaku Dekan FK-KMK UGM. Dalam sambutannya, Prof. Yodi menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk program ikhtiar kolektif untuk memastikan kebijakan yang tepat dalam ilmu dan layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kanker payudara di Indonesia. Program ini dibutuhkan untuk memberikan langkah strategis dalam mengintegrasikan model implementasi tata kelola, sistem akses, literasi kesehatan, dan pencegahan.

“Rencana aksi nasional di tingkat kota dan provinsi merupakan bukti rasional daerah untuk menyelaraskan visi mendukung komitmen kebijakan nasional. Rencana ini dibutuhkan untuk memperkuat kepedulian, komitmen, dan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk memaparkan rencana implementasi dari keterlibatan stakeholder untuk penyusunan proyek prioritas,” kata Prof. Yodi

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator DI Yogyakarta. Gusti Hemas menyampaikan bahwa perjalanan kanker payudara merupakan proses perjalanan keperawatan yang unik karena setiap pasien memiliki perbedaan. Gusti Hemas menegaskan dalam memberikan kepedulian pada pasien kanker dibutuhkan pengobatan yang tidak hanya pada fisik, tetapi dibutuhkan juga psikologis, spiritual, dan sosial dengan memberikan pesan bahwa, pasien kanker tidak sendiri.

“Pemberian dukungan pasien tidak sendiri merupakan hal paling penting dalam perawatan pertimbangan pelayan medis melalui pendekatan kolaborasi berbagai elemen termasuk elemen masyarakat,” kata Gusti Hemas.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi. Pemaparan sesi pertama materi disampaikan oleh dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Selaku Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI dengan materi Arahan Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara”. Materi ini memberikan pandangan pentingnya transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem pelayanan kesehatan kesehatan, transformasi pembiayaan, dan transformasi SDM Kesehatan untuk menumbuhkan sistem yang holistik dalam memberikan layanan kesehatan.

Pemaparan sesi kedua disampaikan oleh Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) selaku Walikota Yogyakarta dengan materi “Peran Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Kanker Payudara oleh Wali Kota Yogyakarta”. Dalam materi ini ditegaskan bahwa dalam menanggapi komitmen nasional, di tingkat daerah Yogyakarta telah melakukan berbagai hal untuk mendeteksi dini pelayanan kesehatan pada pasien kanker. Di antaranya, pemeriksaan HPV dan IVA gratis, Penyediaan fasilitas skrining payudara (USG) di RS Siloam, pemeriksaan rutin (CKG) lansia, CKG umum di 18 puskesmas untuk deteksi dini kanker, Papmear gratis di klinik swasta. Hal ini dilakukan untuk memberikan pencegahan dini guna mendukung pelayanan kesehatan yang memadai.

Berlanjut dengan sesi ketiga disampaikan oleh dr. Gregorius Anung Trihadi, M.PH yang selaku Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan materi “Kebijakan Pengendalian Kanker Payudara di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Beliau menekankan pentingnya dukungan moral dan emosional kepada pasien kanker untuk menjalani pengobatan. Dalam hal ini Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan beberapa fasilitas seperti penyediaan rumah singgah, pendampingan relawan, penyuluhan dan edukasi, deteksi dini di berbagai fasilitas layanan kesehatan, dan media promosi kanker.

dr. Affan Priyambodo Permana SpBS(K), Supsp. N-Vas selaku Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. Sardjito memaparkan materi“Manajemen dan Tatalaksana Kanker Payudara di Yogyakarta”. Dalam materi ini dr. Affna menegaskan RSUP Dr. Sardjito menjadi rumah sakit rujukan dalam penanganan kanker. RSUP Dr. Sardjito memasuki peringkat Top 10 sebagai rumah sakit terbanyak yang memberikan penanganan dan pelayanan kesehatan pada pasien kanker di Indonesia. Oleh sebab itu, RSUP Sardjiyo perlu melaporkan terkait sistem tata kelola pasien kanker dengan menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin approach dari surgical oncology, medical oncology, radiation oncology, dan diagnostic oncology. Pelayanan ini penting untuk dikuatkan guna memberikan treatment yang tepat setiap individu.

Acara berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan  presentasi kolaborasi antara UGM dengan mitra yang berjudul “Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative: difasilitasi melalui City Engagement Process Framework dari C/Can” oleh Dr. dr. Kartika Widayati, Sp.PD-KHOM, FINASIM, selaku Co-Chairman, City Executive Committee Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative. Dalam materi ini dr. Kartika memaparkan data bahwa, kanker payudara menjadi penyebab ke-3 kasus kematian di Indonesia. Melalui data tersebut, dr. Kartika menekankan pentingnya rencana penanganan berkelanjutan yang kini telah difasilitasi dalam Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara, Alignment dengan WHO GBCI.

“Untuk mengimplementasikan rencana strategis di antaranya terdapat langkah implementasi yang telah kita siapkan, di antaranya Needs Assessment yang dilaksanakan di 9 rumah sakit, dan puskesmas bersama organisasi masyarakat sipil; Penyusunan Rencana Aksi (Breast Cancer Action Plan); Perkembangan Project Concept Note dengan melibatkan penyesuaian program pada RAN KP, WHO, dan konteks lokal untuk diseminasi informasi,” kata dr. Kartika.

Acara ini ditutup dengan peresmian Program Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative. Peresmian ini dilaksanakan dengan simbolisasi tanda tangan dari beberapa instansi diantaranya, Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, RSUP Dr. Sardjito, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dan FK-KMK UGM. Kegiatan ini turut mendukung komitmen pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui komitmen pengimplemensian kebijakan kesehatan berbasis intervensi rencana strategis nasionala; SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan pentingnya kolaborasi dunia keilmuan dan dunia praksis dalam penanganan kanker; serta, SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan dengan menekankan kolaborasi lintas institusi dan masyarakat sipil untuk memberikan perhatian lebih pada pasien kanker payudara dalam berjuang untuk sembuh (Reporter/Tedy).