FK-KMK UGM Luluskan 50 Dietisien Baru Periode I Tahun 2025/2026

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluluskan 50 dietisien baru pada Pelantikan Dietisien Periode 1 Tahun Akademik 2025/2026. Pelantikan dilaksanakan di Auditorium FK-KMK UGM, Selasa (16/12/2025). 50 dietisien baru itu terdiri atas 36 mahasiswa reguler dan 14 mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Ketua Program Studi Profesi Dietisien, Tony Arjuna, M.Nut.Diet., AN., APD., Ph.D, melaporkan bahwa dari 50 dietisien baru, tiga di antaranya adalah laki-laki. Rata-rata perolehan IPK untuk mahasiswa reguler adalah 3,77 dan 3,84 untuk mahasiswa RPL, dengan rerata studi selama satu tahun lebih dua bulan.

Pada program reguler, peraih IPK tertinggi antara lain Kivani Amalia Sekarsari, S.Gz., Dietisien (3.89), Kezia Imanuella Ari Chrisanthy, S.Gz., Dietisien (3.88), serta Muhammad Yudha Rizka Alizar, S.Gz., Dietisien dan Ni Luh Ayu Sukma Arthari, S.Gz., Dietisien (3.86). Sementara itu, peraih IPK tertinggi pada program RPL yaitu Windi Indah Fajar Ningsih, S.Gz., MPH., Dietisien (3.96), Ditia Fitri Arinda, S.Gz., MPH., Dietisien (3.93), dan Kukuh Eka Kusuma, S.Gz., Dietisien (3.90).

“Dari para lulusan, meskipun belum banyak yang resmi lulus, sudah banyak yang diterima pekerjaan. 58 persen sudah mendapatkan pekerjaan tetap dan paruh waktu,” kata Tony.

Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, mengucapkan selamat kepada para dietisien baru dan menekankan peran dietisien yang sangat krusial di tengah beban gizi ganda. Dengan adanya kekurangan gizi maupun obesitas serta penyakit tidak menular, dietisien bukan sekadar pengatur menu, melainkan penjaga keseimbangan, penghubung antara sains gizi, praktik klinis, perilaku masyarakat, dan keberlanjutan sistem pangan.

“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni kelulusan profesi. Ini adalah peneguhan amanah untuk menghadirkan layanan gizi berbasis bukti, berakar pada konteks lokal, namun relevan dengan tantangan-tantangan global, mulai dari stunting, diabetes, kardiovaskular, hingga krisis iklim,” ucap Prof. Yodi.

Ketua DPD PERSAGI DIY, Joko Susilo, SKM., M.Kes, juga mengungkapkan rasa bangga atas kelulusan 100 persen dietisien baru. Joko mengingatkan, para dietisien memiliki kode etik yang harus selalu dibawa, di manapun mereka mengabdi.

“Dalam kode etik gizi, ada lima tanggung jawab besar yang harus Anda pegang: tanggung jawab klien, tanggung jawab terhadap masyarakat, tanggung jawab terhadap teman-teman seprofesi, tanggung jawab terhadap mitra kerja, serta tanggung jawab terhadap profesi tenaga gizi dan diri Anda sendiri,” pesan Joko.

Wakil Dietisien Baru, Kivani Amalia Sekarsari, S.Gz., Dietisien, turut mengungkapkan bahwa pelantikan hari ini merupakan titik akhir dari proses pendidikan sekaligus titik awal dari pengabdian sebagai tenaga kesehatan profesional. Ia mengucapkan terima kasih kepada dosen, pembimbing klinik, dan pihak terkait yang telah sabar membimbing, mendampingi, dan menguatkan para dietisien baru dalam memahami manusia seutuhnya. Kivani juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, keluarga, dan teman-teman seperjuangan atas doa, pengorbanan, maupun kenangan selama bertumbuh.

“Melalui sumpah profesi yang kami ikrarkan, kami berkomitmen menjunjung tinggi etika profesi, mengabdikan ilmu kami dengan penuh tanggung jawab, serta terus belajar dan berkembang demi memberikan yang terbaik,” ujar Kivani.

Sejak Juli 2007 hingga saat ini, FK-KMK UGM telah meluluskan 395 dietisien, di antaranya adalah 36 orang laki-laki dan 359 orang perempuan. Pelantikan Dietisien Periode I Tahun Akademik 2025/2026 ini merupakan salah satu upaya FK-KMK UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Lahirnya para dietisien baru merupakan wujud pendidikan untuk keberlanjutan serta membantu mengatasi masalah kekurangan gizi dan kesehatan di Indonesia. (Penulis: Citra/Humas).