FK-KMK UGM Luluskan 33 Dietisien Baru Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melaksanakan Pelantikan Dietisien Periode II Tahun Akademik 2025/2026 bagi lulusan Program Studi Profesi Dietisien. Pelantikan dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, bertempat di Auditorium FK-KMK UGM dan diikuti oleh 33 dietisien baru.

Ketua Program Studi Profesi Dietisien FK-KMK UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, menjelaskan bahwa lulusan yang dilantik pada periode ini merupakan mahasiswa dari jalur Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ia menyampaikan bahwa rata-rata masa studi mahasiswa sekitar satu tahun dengan rata-rata usia lulusan 34 tahun enam bulan.

“Melihat rata-rata usia dietisien ini, kita menunjukkan bahwa belajar itu sepanjang hayat. Semoga pendidikan dietisien ini terus berkembang dan maju untuk meningkatkan kualitas pendidikan dietisien di Indonesia.”

Dr. Mirza juga menambahkan bahwa seluruh lulusan yang dilantik pada periode ini telah memiliki pengalaman kerja di bidangnya masing-masing. Sebagian besar di antaranya berprofesi sebagai praktisi, sementara sebagian lainnya merupakan akademisi.

Dalam sambutannya, Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, menyoroti tantangan kesehatan global terkait peningkatan kasus obesitas. Ia menyampaikan bahwa hingga tahun 2026 sekitar satu miliar manusia di dunia hidup dengan obesitas. Apabila tren tersebut tidak mengalami perubahan, maka diperkirakan pada tahun 2035 hampir empat miliar orang akan hidup dengan kondisi obesitas.

“Lebih dari 400 juta anak dan remaja di dunia ini hidup dengan obesitas. Artinya ada anak-anak yang di masa depannya terancam penyakit kronis, ada keluarga yang berjuang menghadapi diabetes, penyakit jantung, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.”

Prof. Yodi berharap para lulusan dietisien yang baru dilantik dapat berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi dan kesehatan. Para dietisien diharapkan mampu membantu masyarakat memahami pola makan sehat sekaligus mengembangkan pendekatan gizi yang berbasis ilmu pengetahuan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Daerah Istimewa Yogyakarta, M. Junaidi, S.Si.T., menyampaikan harapan agar para ahli gizi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung berbagai program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya perbaikan gizi masyarakat.

Tidak hanya prosesi pelantikan, diumumkan juga lulusan terbaik pada Pelantikan Dietisien Baru Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Lulusan terbaik pertama diraih oleh Mawar Lestari, S.Gz., Dietisien dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92. Posisi lulusan terbaik kedua diraih oleh Pinka Cahyati Wibowo, S.Gz., Dietisien dengan IPK 3,90, sementara lulusan terbaik ketiga diraih oleh Tri Catur Nugrahasari, S.Gz., Dietisien dengan IPK 3,84.

Hingga saat ini, Program Studi Profesi Dietisien FK-KMK UGM telah meluluskan sebanyak 428 dietisien yang terdiri dari 37 laki-laki dan 391 perempuan. Para lulusan tersebut telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, hingga lembaga penelitian yang bergerak di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peran dietisien dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui kontribusi dietisien dalam upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular, SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dari penyelenggaraan pendidikan profesi dietisien yang berkualitas.

Selain itu juga selaras dengan SDG 5: Kesetaraan Gender melalui partisipasi perempuan yang signifikan dalam profesi dietisien, yang menunjukkan peluang setara dalam pendidikan dan pengembangan karier di bidang kesehatan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi profesi seperti PERSAGI, serta berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan masyarakat. (Humas/Sitam).