FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi kesehatan kulit terkait lepra (kusta) di Padukuhan Kepuh, Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026, dengan menyasar masyarakat setempat sebagai penerima manfaat utama melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan partisipatif.
Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan para residen Program Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat serta penguatan peran akademisi dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Dalam kegiatan ini, lima residen yang terlibat yakni dr. Cut Aigia Wulan Safitri, dr. Feby Cicilia Tandipau, dr. Frishia Dida Saraswati, dr. Sarastia Alexandri Napitupulu, dan dr. Yosua Herdyanto memberikan pemaparan komprehensif mengenai lepra.
Materi yang disampaikan mencakup aspek etiologi, tanda dan gejala klinis, hingga pentingnya deteksi dini serta pengobatan yang tepat. Pendekatan komunikasi yang digunakan dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima secara optimal. Selain memberikan pemahaman medis, kegiatan ini juga menekankan aspek sosial yang tidak kalah penting, yakni penghapusan stigma terhadap penyandang lepra.
Stigma yang masih melekat di masyarakat kerap menjadi penghambat dalam upaya penanganan dan penyembuhan penyakit ini. Oleh karena itu, edukasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga pada perubahan persepsi masyarakat agar lebih inklusif dan suportif terhadap pasien. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari kekhawatiran terkait penularan hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi ini menjadi indikator bahwa pendekatan edukasi berbasis dialog mampu meningkatkan pemahaman sekaligus kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan kulit.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat serta upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular seperti lepra. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan adanya proses edukasi yang sistematis dan berbasis ilmu pengetahuan yang diberikan kepada masyarakat. SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya menghapus stigma sosial sehingga seluruh individu memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan tanpa diskriminasi. (Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).




