FK-KMK UGM Libatkan Mahasiswa dalam Survei Lapangan Antisipasi Leptospirosis dan Hantavirus

FK-KMK UGM. Departemen Parasitologi FK-KMK UGM melaksanakan praktikum di lapangan dalam upaya merespons potensi kejadian luar biasa leptospirosis dan hantavirus. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Yogyakarta dengan melibatkan dosen dan mahasiswa, sebagai bagian dari kewaspadaan dini penyakit zoonotik serta pembelajaran lapangan berbasis praktik pada 25–26 November 2025 di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, dengan tujuan mengidentifikasi potensi patogen yang beredar di lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas surveilans vektor di tingkat lokal.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, drh. Kharisma Dewi, MPH, dosen Departemen Parasitologi FK-KMK UGM, mendampingi Kris, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Biomedis dengan minat parasitologi, untuk terlibat langsung dalam proses surveilans vektor. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang penting, karena mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep teoritis di kelas, tetapi juga memahami realitas kerja lapangan dalam upaya pengendalian penyakit zoonotik.

Sebelum pelaksanaan survei di lapangan, seluruh tim mengikuti kegiatan briefing secara daring bersama pihak-pihak terkait. Dalam sesi ini disampaikan latar belakang kegiatan, gambaran situasi epidemiologi setempat, serta berbagai risiko kesehatan yang mungkin dihadapi selama bekerja dengan tikus sebagai vektor pembawa patogen. Penekanan khusus diberikan pada penggunaan alat pelindung diri sesuai standar keselamatan kerja, mengingat tingginya potensi pajanan terhadap agen infeksius berbahaya selama proses penangkapan dan penanganan tikus. Pendampingan dosen pada tahap persiapan ini menjadi krusial untuk memastikan keselamatan tim sekaligus menanamkan prinsip kerja lapangan yang aman, bertanggung jawab, dan beretika kepada mahasiswa.

Pelaksanaan survei dilakukan secara kolaboratif lintas institusi. Sampel ektoparasit yang diperoleh dari tikus diperiksa lebih lanjut di Departemen Parasitologi FK-KMK UGM, sedangkan pemeriksaan virus dan bakteri dilakukan di BBLabkesmas Yogyakarta. Hasil dari pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai potensi patogen yang beredar di wilayah survei sebagai dasar penguatan sistem kewaspadaan dini dan pencegahan penyakit zoonotik.

Keterlibatan Departemen Parasitologi FK-KMK UGM dalam kegiatan survei tikus ini menunjukkan komitmen institusi dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi lintas institusi serta pelibatan mahasiswa secara aktif diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kontribusi akademik FK-KMK UGM dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya pencegahan dan kewaspadaan dini penyakit zoonotik untuk melindungi kesehatan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pengalaman belajar langsung di lapangan yang memperkuat kompetensi mahasiswa dan mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata di bidang kesehatan masyarakat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Kharisma Dewi).