FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menyelenggarakan program Pengabdian Masyarakat tahunan di wilayah Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang merupakan tahun ke-4 pelaksanaan ini berlangsung pada 26 November 2025 dan mengusung tema Pencegahan Stunting sejak Pra Konsepsi hingga Nifas. Program ini melibatkan unsur akademisi, alumni, serta peserta pendidikan spesialis dan subspesialis Departemen Obstetri dan Ginekologi.
Acara dibuka oleh Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. Ardhanu Kusumanto, Sp.O.G., Subsp. Onk yang menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara akademisi, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, khususnya di wilayah pedesaan.
Pelaksanaan kegiatan tahun ini dirancang berdasarkan persoalan kesehatan di Samigaluh yang masih memerlukan intervensi komprehensif. Tantangan tersebut meliputi tingginya angka anemia remaja, kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, belum optimalnya penggunaan Buku KIA, serta masih munculnya kehamilan usia dini. Intervensi diberikan secara menyeluruh mulai dari edukasi pra-konsepsi, pendampingan ibu hamil, pemeriksaan antenatal, hingga edukasi pada masa nifas.
Pelajar SMA dan SMK hadir mengikuti sesi edukasi mengenai kesehatan reproduksi, gizi seimbang, serta persiapan pra-konsepsi. Penyuluhan dilakukan melalui seminar interaktif dengan pemisahan ruang putra dan putri agar diskusi berlangsung lebih privat dan mendalam. Para narasumber menegaskan bahwa edukasi reproduksi sejak remaja merupakan langkah strategis dalam memutus rantai stunting melalui peningkatan pemahaman terkait nutrisi, perkembangan tubuh, dan kesiapan reproduksi.
Selain edukasi untuk remaja, layanan pemeriksaan USG diberikan bagi ibu hamil di Puskesmas Samigaluh I dan II sebagai upaya deteksi dini dan pemantauan perkembangan janin. Para ibu juga mendapatkan penjelasan langsung mengenai pemanfaatan Buku KIA, pentingnya ASI dan MPASI, tanda bahaya kehamilan, hingga metode kontrasepsi pascapersalinan.
Pada sesi lainnya, kader kesehatan dan tenaga puskesmas mengikuti pelatihan teknik konseling model GATHER yang dikombinasikan dengan praktik role play. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan edukasi yang mudah dipahami dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata komitmen FK-KMK UGM dan Dinas Kesehatan Kulon Progo dalam meningkatkan literasi kesehatan dan memperkuat strategi pencegahan stunting di masyarakat pedesaan. Melalui program ini diharapkan masyarakat Samigaluh semakin memahami pentingnya gizi seimbang, persiapan reproduksi sehat, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang generasi yang lebih sehat.
Program ini berkontribusi langsung terhadap upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui peningkatan edukasi pencegahan stunting sebagai bagian dari SDG 2: Tanpa Kelaparan, peningkatan layanan kesehatan sebagai implementasi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, penguatan edukasi masyarakat sebagai bagian dari SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dukungan terhadap edukasi reproduksi perempuan sebagai wujud SDG 5: Kesetaraan Gender, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor sesuai SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Munjayati).



